LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Denyut ekonomi Ramadan di kawasan Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin, terasa semakin kencang. Hingga hari ke-10 pelaksanaan Festival Pasar Wadai Ramadan, jumlah pengunjung diklaim telah menembus 50 ribu orang, dengan total perputaran uang mencapai sekitar Rp5 miliar.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil. Ia menyebut capaian itu menjadi indikator kuat bangkitnya ekonomi lokal selama bulan suci.
“Alhamdulillah, sampai hari ke-10, total akumulasi pengunjung diperkirakan sudah mencapai 50 ribu orang. Perputaran ekonomi dari transaksi pedagang kita hitung kurang lebih di angka Rp5 miliar,” ujar Ibnu.
Perhitungan tersebut, jelasnya, diperoleh dari rata-rata transaksi harian pedagang yang dikalikan jumlah lapak serta estimasi pengunjung setiap malam. Lonjakan transaksi paling terasa saat akhir pekan, ketika kawasan siring dipadati warga yang berburu takjil dan hidangan berbuka.
Festival tahunan yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin ini kembali membuktikan daya tariknya. Berlokasi di tepi Sungai Martapura, Pasar Wadai Ramadan menjadi magnet masyarakat sejak menjelang waktu berbuka hingga malam hari.
Di sisi lain, para pedagang mengakui adanya peningkatan penjualan yang cukup signifikan dibanding hari biasa. Meski demikian, mereka juga mencatat bahwa lokasi lapak sangat memengaruhi besar kecilnya transaksi. Lapak yang berada di titik strategis cenderung lebih ramai pembeli.
Pemerintah kota pun berkomitmen melakukan evaluasi selama festival berlangsung. Tak hanya mengejar keramaian, pengelola ingin memastikan kualitas penyelenggaraan, mulai dari penataan lapak, kenyamanan pengunjung, hingga pemerataan arus pengunjung agar dampak ekonomi bisa dirasakan lebih luas.
“Kami ingin festival ini bukan hanya ramai, tapi juga berkualitas. Evaluasi tetap berjalan, terutama soal penataan dan distribusi pengunjung agar merata,” tambah Ibnu.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Festival Pasar Wadai Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Banjarmasin selama Ramadan. (L212)

