LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Kinerja PAM Bandarmasih sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan tren positif.
Selain mencatatkan peningkatan laba, perusahaan air minum milik Pemerintah Kota Banjarmasin itu juga terus mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 26 kalinya secara berturut-turut.
Capaian tersebut disampaikan dalam ekspose neraca komparatif hasil audit per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025 yang digelar di Aula PAM Bandarmasih, Selasa (30/6).
Kegiatan itu dipimpin Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, didampingi Direktur Operasional Irwan Firmana, Direktur Umum dan Pemasaran Yulia Riana Sari, serta dihadiri Ketua Dewan Komisaris PAM Bandarmasih, Edy Wibowo.
Ekspose hasil audit menjadi bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada publik sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sekaligus implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan peningkatan laba pada tahun buku 2025 diikuti dengan membaiknya kinerja perusahaan berdasarkan penilaian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Nilai penilaian PUPR meningkat dari 4,12 pada tahun 2024 menjadi 4,23 pada tahun 2025. Sementara hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri juga menunjukkan PAM Bandarmasih tetap berada pada kategori sehat,” ujarnya.
Menurut Zulbadi, capaian tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Fokus utama saat ini adalah mewujudkan distribusi air bersih selama 24 jam, khususnya di wilayah Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara yang hingga kini belum menikmati layanan secara penuh.
“Komitmen kami adalah terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Wilayah yang pelayanannya belum 24 jam menjadi prioritas perusahaan,” katanya.
Ketua Dewan Komisaris PAM Bandarmasih, Edy Wibowo, menilai peningkatan layanan di dua wilayah tersebut mendesak dilakukan mengingat kondisi jaringan perpipaan yang sudah berusia tua serta tingginya jumlah pelanggan.
“Perbaikan jaringan diharapkan mampu meningkatkan kelancaran distribusi air sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati pelayanan yang lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga memastikan upaya peningkatan kualitas layanan tersebut tidak akan dibebankan kepada pelanggan melalui kenaikan tarif air.
“Program peningkatan pelayanan tetap berjalan tanpa ada kenaikan tarif bagi pelanggan,” tegasnya. (L212)

