LANGKAR.ID, Banjarmasin – Proyek penanggulangan banjir lewat National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di Banjarmasin baru mencapai 20%. Wali Kota H M Yamin HR tak mau lengah dan langsung mengingatkan semua pihak agar progresnya tak tersendat.
“Jangan sampai molor. Warga sudah menunggu manfaat dari proyek ini. Kita harus selesaikan tepat waktu!” tegas Yamin saat menerima audiensi Balai Wilayah Sungai Kalimantan III di ruang rapat Balai Kota, Selasa (4/3).
Didampingi Wakil Wali Kota Hj Ananda, Yamin memastikan Pemko Banjarmasin all out mendukung kelancaran proyek. Mulai dari urusan lahan hingga dampak sosial-ekonomi warga terdampak, semua harus dikawal.
Proyek tahap pertama mencakup pengerjaan dari kawasan Kelenteng hingga Simpang Ulin. Salah satu titik fokus adalah kawasan Veteran, yang tengah dikerjakan dalam “paket satu”.
Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, I Putu Eddy, menjelaskan progres saat ini meliputi pemasangan sheet pile, pembangunan lima jembatan, pintu air, dan pompa pengendali banjir rob menuju Sungai Martapura.
“Targetnya September tahun depan selesai. Panjang pengerjaan sekitar 900 meter di kawasan Veteran,” jelas Eddy.
Proyek NUFReP diharapkan mampu meningkatkan ketahanan Banjarmasin dari banjir, sekaligus memperbaiki infrastruktur sungai dan kualitas lingkungan hidup kota.(L212)

