LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Di era digital seperti sekarang, menjaga keamanan data pribadi adalah hal yang sangat penting, terutama informasi terkait perbankan. Menjelang libur panjang Idul Adha, Bank Kalsel kembali mengingatkan seluruh nasabah dan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kejahatan digital yang mengincar data kartu ATM.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Bank Kalsel menghimbau agar masyarakat tidak sembarangan membagikan informasi penting seperti nomor kartu ATM, PIN, hingga kode CVV ke publik, baik secara langsung maupun lewat media sosial.
“Bayangkan jika nomor PIN, nomor kartu, atau kode CVV jatuh ke tangan yang salah. Bisa-bisa, rekeningmu jadi sasaran empuk pelaku kejahatan digital,” ucap salah satu pegawai Bank Kalsel dalam imbauannya.
Bank Kalsel menegaskan bahwa kartu ATM bukanlah barang yang bisa dipamerkan. Di balik tampilan fisiknya yang sederhana, kartu tersebut menyimpan akses ke rekening dan keuangan pribadi yang sangat rawan disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk:
- Tidak memposting foto kartu ATM di media sosial
- Tidak membagikan PIN, kode OTP, atau kode CVV kepada siapa pun
- Menyimpan kartu ATM di tempat yang aman dan tidak mudah diakses orang lain
- Waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan pihak bank
Kejahatan siber di sektor perbankan terus berkembang, dengan modus yang semakin canggih. Bahkan, banyak pelaku kejahatan yang menyasar korban melalui teknik manipulasi psikologis (social engineering) untuk menggali informasi sensitif dari korban.
Dengan menjaga kerahasiaan data dan meningkatkan kewaspadaan, setiap nasabah bisa berperan aktif dalam menjaga keamanan finansialnya. Bank Kalsel juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data pribadi nasabah melalui telepon, SMS, atau media sosial.
“Kartu ATM adalah alat untuk mengelola keuangan, bukan untuk dipamerkan, lindungi datamu, lindungi uangmu”tegas Fachrudin Dirut Utama Bank Kalsel. (L212)

