LANGKAR.ID, Banjarmasin – Warga Kelurahan Pemurus Baru RT 19, Banjarmasin Selatan, masih bertahan dalam genangan banjir yang sudah berlangsung sejak September 2025. Genangan yang tak kunjung surut ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memukul pendapatan pedagang kecil hingga turun hampir separuh dari kondisi normal.
Sudah hampir tiga bulan, warga bernama Jailani harus beraktivitas di tengah air setinggi sekitar 20 sentimeter yang menggenang di sekitar rumahnya. Tinggal bersama istrinya, ia terpaksa memakai sepatu bot setiap hari agar terhindar dari gatal-gatal dan penyakit kulit yang rawan muncul saat banjir.
Jailani menyebut banjir ini merupakan dampak pasang rob tahunan. Namun, kondisi tahun ini lebih parah karena wilayah mereka berada lebih rendah dari aliran sungai, membuat air sulit surut meski tidak ada hujan. Ia bahkan menyebut genangan bisa bertambah tinggi ketika hujan deras turun.
Tak hanya menyulitkan aktivitas warga, banjir panjang ini juga menggerus penghasilan pedagang kecil di kawasan tersebut.
Salah satunya Fitriah, pedagang ayam cepat saji, yang mengaku penjualannya anjlok drastis selama banjir.
“Biasanya saya bisa menjual tiga ekor ayam per hari. Sekarang cuma mampu satu ekor karena sepi pembeli,” ujarnya.
Pemurus Baru dikenal sebagai salah satu wilayah langganan banjir ketika pasang rob melanda Kota Seribu Sungai. Posisi jalan yang lebih rendah dari permukaan air sungai menjadi penyebab klasik kawasan ini terus terendam setiap tahun.
Hingga kini, warga hanya bisa berharap kondisi segera membaik agar aktivitas dan perekonomian mereka kembali pulih. (L212)

