BerandaAdvertorialBanjarmasin Gaspol Sanitasi Aman 2025, Fokus Ubah Perilaku Warga dan Dorong Partisipasi...

Banjarmasin Gaspol Sanitasi Aman 2025, Fokus Ubah Perilaku Warga dan Dorong Partisipasi Publik

LANGKAR.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggenjot program sanitasi aman melalui Sosialisasi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Sanitasi serta Pembekalan Agen Sosialisasi Sanitasi Aman Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Hotel G Sign Banjarmasin, Rabu (26/11).

Acara dibuka Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, mewakili Wali Kota H.M. Yamin HR. Ia menegaskan bahwa penguatan sanitasi tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus disertai perubahan perilaku masyarakat.

“Sanitasi yang baik bukan hanya soal membangun, tetapi membangun kesadaran. Kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Ikhsan.

Ia menyebut salah satu tantangan terbesar sanitasi saat ini adalah minimnya keterlibatan pemangku wilayah dan masyarakat. Karena itu, peran camat, lurah, hingga warga dinilai sangat penting dalam mencapai target sanitasi aman universal.

Ikhsan juga menekankan pentingnya peran KPP untuk memastikan fasilitas sanitasi yang sudah dibangun pemerintah bisa dikelola dan dirawat berkelanjutan oleh masyarakat. “Kami ingin KPP dan agen sosialisasi benar-benar memahami tugasnya agar Banjarmasin menjadi kota yang aman, layak, dan sehat,” ujarnya.

Kepala BPBPK Kalimantan Selatan, Denny Surya Martha, yang hadir sebagai narasumber, mengungkapkan bahwa infrastruktur sanitasi di Banjarmasin sebenarnya sudah cukup lengkap. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal.

“Beberapa fasilitas yang dibangun dalam 10 tahun terakhir tingkat pemanfaatannya masih rendah,” jelasnya.

Denny menilai pembentukan agen perubahan melalui kelompok pemelihara sangat strategis. “Kesadaran warga harus ditingkatkan. Dan kalau masyarakat sudah mau berubah, pemerintah harus siap memberikan layanan yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RT 20 Sungai Bilu, Zulkifli, yang menjadi peserta sosialisasi, menilai bahwa persoalan utama sanitasi bukan hanya fasilitas, tetapi kebiasaan warga yang sulit berubah. Ia mencontohkan masih adanya warga yang membuang limbah langsung ke sungai.

“Ada tiga rumah yang masih cemplung ke sungai. Mereka merasa WC umum tetap berjalan, jadi belum mau pindah perilaku. Ini yang paling sulit,” ujarnya.

Meski begitu, Zulkifli mengapresiasi hadirnya agen sosialisasi yang dinilainya dapat membantu mengedukasi warga dengan lebih terstruktur.

Dengan populasi lebih dari 600 ribu jiwa dan wilayah yang bertumpu pada perairan, Banjarmasin menghadapi ancaman serius jika sanitasi buruk tidak ditangani. Mulai dari risiko penyakit, pencemaran sungai, hingga menurunnya kualitas lingkungan. Karena itu, Pemkot menegaskan sanitasi aman sebagai agenda prioritas yang harus bergerak bersama masyarakat.(L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA