LANGKAR.ID, Banjarmasin – Serapan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin hingga akhir November 2025 tercatat baru mencapai sekitar 70 persen. Meski demikian, Kepala DLH Banjarmasin Alive Yoesfah Love memastikan pihaknya optimistis dapat menuntaskan serapan hingga 100 persen sebelum tahun anggaran berakhir.
“Insya Allah tercapai, karena pekerjaan fisik sudah selesai, tinggal pembayaran saja seperti gaji-gaji,” ujar Alive, Minggu (30/11/2025).
Alive menjelaskan hampir 50 persen kegiatan DLH bersifat nonfisik, terutama untuk pembayaran upah tenaga kebersihan yang menjadi pos rutin dan cukup besar dalam operasional dinas.
DLH Banjarmasin juga menjadi salah satu SKPD yang terdampak signifikan akibat kebijakan efisiensi anggaran Pemko Banjarmasin. Pada tahun anggaran 2025, DLH terkena efisiensi hampir Rp12 miliar dari total usulan sekitar Rp124 miliar.
“Sekarang sisa anggarannya sekitar Rp100 miliar saja setelah efisiensi. Nilainya hampir sama dengan 2024 yang juga terdampak efisiensi sekitar 12 persen dari total pengajuan,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, Alive memperkirakan efisiensi anggaran kembali berlanjut. Karena itu, DLH akan memfokuskan realisasi pada program yang menjadi prioritas utama, terutama penanganan persampahan dan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Program yang kita utamakan pengelolaan sampah. Termasuk RTH, karena jumlah RTH di Banjarmasin masih sedikit,” tegasnya.
DLH memastikan akan memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk meningkatkan kualitas lingkungan Kota Seribu Sungai di tahun mendatang.(L212)

