LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Kabar baik bagi warga berpenghasilan rendah di Banjarmasin. PAM Bandarmasih kembali menegaskan bahwa biaya pemasangan sambungan air bersih untuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tetap terjangkau, yakni hanya Rp850 ribu.
Kebijakan ini bukan hal baru. Direktur Utama Zulbadi memastikan tarif tersebut sudah konsisten diterapkan selama sekitar lima tahun terakhir sebagai bentuk komitmen menghadirkan akses air bersih yang lebih merata.
“Untuk pelanggan rumah tangga A1 atau MBR, tarifnya tetap Rp850 ribu. Biaya ini digunakan untuk pengadaan bahan pemasangan sambungan baru,” jelasnya.
Namun, tidak semua warga otomatis masuk kategori MBR. Penentuan status dilakukan melalui survei lapangan yang ketat dan objektif. Sejumlah indikator menjadi acuan, mulai dari luas bangunan dan tanah, kondisi akses jalan, hingga kapasitas daya listrik di rumah calon pelanggan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program benar-benar tepat sasaran—menyasar masyarakat yang memang membutuhkan.
Di sisi lain, Zulbadi juga mengingatkan bahwa tarif Rp850 ribu merupakan paket standar. Artinya, jika di lapangan ditemukan kendala teknis yang membutuhkan tambahan material, maka akan ada biaya tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
“Kalau dari hasil survei kebutuhan material melebihi paket, maka akan ada penyesuaian biaya,” tegasnya.
Yang tak kalah penting, PAM Bandarmasih memberi peringatan keras soal potensi praktik pungutan liar. Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang mencoba mengambil keuntungan di luar ketentuan resmi.
“Jangan ragu melapor jika ada petugas meminta bayaran lebih. Sertakan bukti, pasti kami tindak tegas,” ujar Zulbadi.
Dengan transparansi tarif dan sistem pengawasan yang diperketat, PAM Bandarmasih ingin memastikan layanan pemasangan air bersih bagi MBR tetap terjangkau, adil, dan bebas dari praktik penyimpangan. (L212)

