BerandaBANUABanjarmasinLahan Pertanian Banjarmasin Terancam, Wali Kota Yamin Turun Sawah: Jangan Sampai Kalah...

Lahan Pertanian Banjarmasin Terancam, Wali Kota Yamin Turun Sawah: Jangan Sampai Kalah oleh Beton Ancaman alih fungsi

LANGKAR.ID, BANJARMASINAncaman alih fungs lahan kini menjadi bayang-bayang serius bagi ketahanan pangan Kota Banjarmasin. Di tengah pesatnya pembangunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin menegaskan satu sikap: pertanian tidak boleh tumbang oleh ekspansi beton.

Komitmen itu ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, saat turun ke sawah melakukan tanam padi perdana bersama petani di Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Langkah ini bukan sekadar simbolis. Data di lapangan menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Dari sekitar 260 hektare lahan pertanian yang tersisa, hanya 200 hektare yang masih bisa digarap. Bahkan hingga April 2026, luas tanam baru mencapai 1 hektare.

“Ini alarm bagi kita semua. Kalau tidak dijaga, lahan pertanian bisa habis tergeser pembangunan,” tegas Yamin.

Dengan luas kota yang hanya sekitar 98 kilometer persegi, Banjarmasin menghadapi tekanan ganda: kebutuhan perumahan yang terus meningkat di satu sisi, dan kewajiban menjaga ketahanan pangan di sisi lain.

“Kita harus mempertahankan kawasan ini sebagai wilayah pertanian. Ini soal masa depan pangan kita,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Sungai Andai masih menyimpan harapan sebagai lumbung pangan lokal. Puncak musim tanam diperkirakan akan terjadi pada Mei 2026. Namun, berbagai tantangan membayangi, mulai dari banjir saat musim hujan, kekeringan di musim kemarau, hingga serangan hama.

Untuk itu, Pemkot mendorong dukungan serius dari pemerintah provinsi dan instansi terkait, terutama dalam pembangunan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan sistem pompanisasi.

“Saat banjir, air jangan sampai merendam tanaman. Saat kemarau, petani harus tetap bisa bertani dengan dukungan pompanisasi,” jelasnya.

Yamin juga mengingatkan agar pembangunan kota tetap selaras dengan karakter alam Banjarmasin sebagai kota rawa.

“Pembangunan perumahan harus menyesuaikan. Rumah tetap berpanggung tinggi, jangan abaikan kondisi geografis kita,” tambahnya.

Pemkot Banjarmasin pun berkomitmen memberikan pendampingan dan kebijakan yang berpihak pada petani. Namun di lapangan, ancaman alih fungsi lahan dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan solusi cepat dan kolaboratif.

Kegiatan tanam padi ini turut dihadiri Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, serta kelompok tani setempat.

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa persoalan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, melainkan tanggung jawab bersama. Jika kolaborasi terus diperkuat dan kebijakan berpihak pada keberlanjutan, Sungai Andai berpotensi menjadi benteng terakhir ketahanan pangan di tengah derasnya urbanisasi Banjarmasin. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA