LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Upaya mempercepat perbaikan layanan air bersih di Kota Banjarmasin kini tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada solidnya koordinasi antarinstansi. Hal ini terlihat dalam rapat ekspose program prioritas PAM Bandarmasih yang digelar di Kantor Wali Kota Banjarmasin, Selasa (21/4).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin, serta dihadiri Sekretaris Daerah dan jajaran kepala Dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menegaskan bahwa forum ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan arah kebijakan sekaligus mencegah tumpang tindih pekerjaan di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan ada koordinasi, sinergi, dan komunikasi yang kuat antar SKPD. Harapannya tidak terjadi pemborosan biaya di satu titik pekerjaan,” ujarnya.
Menurutnya, proyek pemasangan jaringan pipa air di sejumlah ruas jalan di Banjarmasin berpotensi bersinggungan dengan berbagai program instansi lain. Karena itu, keterlibatan dinas teknis menjadi kunci agar pekerjaan berjalan efektif dan efisien.
Sejumlah SKPD yang terlibat antara lain Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Kesehatan, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Khusus untuk Kominfo, Zulbadi menyoroti pentingnya koordinasi terkait keberadaan jaringan kabel fiber optik yang banyak tersebar di bawah maupun sepanjang ruas jalan kota.
“Ini penting karena saat pemasangan pipa, kami akan banyak bersentuhan dengan jaringan fiber optik. Jadi harus sinkron agar tidak menimbulkan gangguan,” jelasnya.
Ia menambahkan, rapat lintas sektor seperti ini menjadi momentum penting bagi PAM Bandarmasih untuk memastikan pembangunan infrastruktur air minum berjalan tanpa hambatan teknis maupun administratif.
“Dengan sinergi yang baik, pembangunan bisa berjalan lancar, tidak saling mengganggu, dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Melalui penguatan koordinasi ini, PAM Bandarmasih ingin memastikan proyek-proyek prioritas tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga tepat sasaran dan minim risiko di lapangan. (L212)

