BerandaBANUABanjarmasinMenhut Turun ke Kalsel, Hotspot Turun Jadi 15 Titik tetapi Karhutla Belum...

Menhut Turun ke Kalsel, Hotspot Turun Jadi 15 Titik tetapi Karhutla Belum Usai

LANGKAR.ID, BANJARBARU – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Ia meminta seluruh pihak menjaga kesiapsiagaan dan memaksimalkan pemadaman.

Raja Antoni meninjau lokasi kebakaran di Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Senin (12/10/2026). Gubernur Kalsel H. Muhidin mendampingi peninjauan tersebut bersama jajaran TNI dan Polri.

Dalam kunjungan itu, Raja Antoni mengecek kondisi lokasi kebakaran. Ia juga memantau upaya pemadaman yang berlangsung di lapangan.

Menhut mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam menangani karhutla. Ia menyampaikan penghargaan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kapolda, dan Danrem.

Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), serta para relawan juga mendapat apresiasi atas keterlibatan mereka.

Hotspot Kalsel Turun Menjadi 15 Titik

Raja Antoni menyebut jumlah titik panas atau hotspot di Kalsel menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan, Kalsel mencatat jumlah hotspot terendah di antara provinsi-provinsi di Kalimantan.

Meski demikian, ia meminta seluruh pihak tidak lengah. Menurutnya, upaya penanganan karhutla harus terus berjalan meski jumlah titik panas menurun.

“Dan per hari ini tercatat alhamdulillah Kalimantan Selatan angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan. Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, namun hal itu tidak membuat kita terlena,” katanya.

Data Sipongi dengan batas pencatatan pada 11 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB mencatat 519 hotspot di enam provinsi prioritas penanganan karhutla.

Kalimantan Tengah mencatat 199 titik panas. Angka itu turun dari 288 titik pada 10 Oktober 2026.

Kalsel juga mengalami penurunan hotspot. Jumlahnya turun dari 28 menjadi 15 titik.

Sebaliknya, Kalimantan Barat mencatat kenaikan dari 44 menjadi 68 titik panas.

Di luar Kalimantan, Sumatera Selatan mencatat 223 hotspot. Riau mencatat 14 titik, sedangkan Jambi tidak mencatat hotspot.

Menhut Minta Semua Pihak Tetap Siaga

Raja Antoni meminta seluruh unsur terus memperkuat koordinasi. Ia menekankan pentingnya kerja sama untuk menghadapi potensi kebakaran yang masih mengancam sejumlah wilayah.

Menurutnya, penurunan hotspot tidak boleh mengurangi kesiapsiagaan petugas. Seluruh pihak harus tetap bekerja maksimal untuk mengendalikan kebakaran.

“Saya minta seluruh pihak terus menjaga kerja sama dan kekompakan di lapangan. Kita bekerja maksimal untuk memastikan karhutla dapat ditangani dengan baik,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA