BerandaBANUABanjarmasinPemuda Banjarmasin Didorong Turun Tangan, dari Pembangunan hingga Pelestarian Budaya

Pemuda Banjarmasin Didorong Turun Tangan, dari Pembangunan hingga Pelestarian Budaya

LANGKAR.ID, BANJARMASIN– Peringatan Hari Sumpah Pemuda tak cukup hanya dengan upacara dan ikrar bersama. Generasi muda dituntut mengambil peran nyata dalam pembangunan, mulai dari melahirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, hingga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menegaskan momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pemacu bagi anak muda untuk berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

“Momentum Hari Sumpah Pemuda ini tentunya menjadi kesempatan bagi kita sebagai pemuda untuk bergerak inovatif, kreatif, kolaboratif, adaptif, serta berempati terhadap kondisi alam kita saat ini,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Menurut Sabil, tantangan pemuda saat ini bukan hanya menjaga semangat persatuan, tetapi juga menerjemahkannya menjadi aksi yang berdampak bagi masyarakat.

Di Banjarmasin, kontribusi tersebut diharapkan ikut mendukung visi Wali Kota Muhammad Yamin HR dan Wakil Wali Kota Ananda, yakni mewujudkan Banjarmasin Maju Sejahtera.

“Bersama-sama, khususnya di Banjarmasin, kita membantu pimpinan kita, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, dalam mewujudkan visi dan misi beliau, yaitu Banjarmasin Maju Sejahtera,” katanya.

Komitmen mendukung pembangunan tersebut turut disampaikan melalui ikrar dalam upacara peringatan Sumpah Pemuda bersama organisasi kepemudaan. Namun, bagi Sabil, komitmen itu perlu dibuktikan melalui kegiatan yang berkelanjutan.

Organisasi kepemudaan dapat mengambil peran melalui sosialisasi kepedulian lingkungan maupun berbagai kegiatan sosial yang mendorong keterlibatan anak muda dalam menjawab persoalan di masyarakat.

“Keterlibatan itu penting agar semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan nyata dalam menjawab tantangan kota,” terangnya.

Selain pembangunan dan kepedulian lingkungan, pemajuan kebudayaan juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kontribusi. Banjarmasin mencatatkan sejumlah capaian dalam Anugerah Kebudayaan Kalimantan Selatan 2026.

Tiga tokoh asal Banjarmasin mendapat pengakuan melalui bidang dan kategori berbeda. M Amin tercatat sebagai pelestari pada kategori penggiat budaya, sedangkan Misbach Thamrin mendapat penghargaan sebagai maestro pada kategori maestro seni dan tradisi.

Adapun Ade Hidayat menerima penghargaan sebagai pembaharu di bidang film pada kategori pegiat budaya. Pemerintah Kota Banjarmasin juga mendapat pengakuan atas upaya pemajuan kebudayaan di Kalimantan Selatan.

Menurut Sabil, capaian tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah. Upaya ini diharapkan berjalan beriringan dengan keterlibatan generasi muda dalam menjaga identitas lokal sekaligus mengembangkan kreativitas.

“Mudah-mudahan dengan dukungan terhadap pelaku budaya, keterlibatan generasi muda juga dapat berjalan beriringan dalam menjaga identitas lokal sekaligus mengembangkan kreativitas,” ujarnya.

Semangat Sumpah Pemuda, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui kontribusi lintas bidang. Dengan kreativitas, kepedulian, dan kolaborasi, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut mengambil bagian dalam membawa Banjarmasin menuju kemajuan. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA