LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Air laut mulai mengancam sumber air baku PT Air Minum (AM) Bandarmasih. Intrusi air asin telah terdeteksi di Intake Sungai Bilu, memaksa perusahaan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar layanan air bersih tetap berjalan di tengah musim kemarau.
Direktur Utama PT AM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kadar garam di Intake Sungai Bilu saat ini telah mencapai sekitar 15 ppm.
Angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas, namun menjadi sinyal awal yang harus diwaspadai karena debit Sungai Martapura terus menurun akibat kemarau.
“Saat ini kondisinya masih aman. Tetapi kami terus melakukan pemantauan sebagai bagian dari manajemen risiko karena potensi intrusi air laut akan semakin besar jika kemarau berkepanjangan,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, Intake Sungai Bilu merupakan salah satu sumber utama air baku PT AM Bandarmasih yang mengambil pasokan dari Sungai Martapura.
Ketika debit sungai menurun, air laut saat pasang berpotensi merambat lebih jauh hingga mencapai titik pengambilan air baku.
Apabila kadar garam terus meningkat hingga mendekati ambang batas 250 ppm sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, perusahaan akan mengurangi kapasitas pengambilan air dari Intake Sungai Bilu dari 600 liter per detik menjadi 300 liter per detik.
Kekurangan pasokan tersebut akan digantikan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 sebesar 300 liter per detik sehingga total produksi air tetap dipertahankan di angka 600 liter per detik.
“Instalasi pengolahan kami didesain untuk mengolah air tawar menjadi air minum, bukan mengubah air laut menjadi air tawar. Karena itu kami harus mengatur komposisi sumber air baku agar kualitas air tetap sesuai standar,” jelas Zulbadi.
Meski skema mitigasi telah disiapkan, ia mengakui kemarau yang berlangsung lebih lama berpotensi memengaruhi pelayanan kepada pelanggan.
Wilayah yang berada di ujung jaringan perpipaan menjadi kawasan paling rentan terdampak, dengan potensi penurunan distribusi air bersih hingga sekitar 30 persen.
Sebagai langkah darurat, PT AM Bandarmasih juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki apabila pasokan melalui jaringan perpipaan tidak lagi mencukupi.
Zulbadi berharap hujan segera turun di wilayah hulu Sungai Martapura agar debit sungai kembali meningkat dan intrusi air laut tidak semakin jauh masuk ke sumber air baku.
“Harapan kami tentu hujan segera turun di wilayah hulu sehingga debit sungai meningkat dan kadar garam tidak terus mengalami kenaikan,” pungkasnya. (L212)

