BerandaAdvertorialAPBN Kalsel 2025: Pendapatan Negara Kontraksi, Belanja Tetap Jalan, Ekonomi Tumbuh 4,81%

APBN Kalsel 2025: Pendapatan Negara Kontraksi, Belanja Tetap Jalan, Ekonomi Tumbuh 4,81%

LANGKAR.ID, Banjarmasin – Pendapatan negara di Kalimantan Selatan mencatat kontraksi tajam hingga 44,49 persen pada awal 2025. Meski begitu, belanja tetap terjaga, dan ekonomi daerah masih mampu tumbuh sebesar 4,81 persen secara tahunan (yoy).

Data tersebut dipublikasikan dalam forum Assets Liabilities Committee (ALCo) di Aula Barito Kanwil DJP Kalselteng, Selasa (28/5/2025). Acara ini digelar rutin setiap bulan oleh Kementerian Keuangan Satu Kalimantan Selatan bersama Kanwil DJP Kalselteng.

Hadir dalam forum ini Wali Kota Banjarmasin, pimpinan SKPD, pejabat Eselon I Kemenkeu, akademisi lokal, dan media.

Neraca Perdagangan Surplus, Tapi Waspada

Ekonomi Kalimantan Selatan masih menunjukkan daya tahan kuat. Pada triwulan I 2025, ekonomi tumbuh 4,81% yoy, didorong oleh sektor pertambangan yang menyumbang 28,33% terhadap total PDRB.

Namun ada yang perlu diwaspadai. Meski neraca perdagangan surplus US$825,69 juta, nilainya turun 23,32% dibanding tahun lalu. Penurunan ini dipicu koreksi impor dan ekspor. Meski secara bulanan surplus naik tipis 0,08% karena anjloknya nilai impor, terutama dari produk minyak petroleum dan kapal.

Sementara, inflasi April 2025 tercatat 1,57% yoy, lebih rendah dari nasional yang mencapai 1,95%. Komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain emas perhiasan, ikan gabus, minyak goreng, dan cabai rawit.

Pendapatan Negara Merosot, Belanja Tetap Disalurkan

Dari target pendapatan Rp22,02 triliun, baru terealisasi Rp3,34 triliun (15,16%) per Februari 2025. Dibanding periode sama tahun lalu, angka ini anjlok hingga 44,49%. Penerimaan pajak mendominasi, namun juga mengalami tekanan besar.

Kepala Kanwil DJP Kalselteng Syamsinar menjelaskan, PPh Non-Migas yang biasanya menjadi andalan, kini terkoreksi 16,29% dengan realisasi Rp2,68 triliun. PBB lebih parah lagi, anjlok 71,52% ke angka Rp33,26 miliar. Alasannya, berkurangnya wajib pajak yang membayar di luar tahun berjalan.

Penerimaan PPN dan PPnBM bahkan minus Rp629,99 miliar akibat lonjakan restitusi. Tahun lalu, penerimaan mencapai Rp2,13 triliun, sementara restitusi hanya Rp2,76 triliun. Tahun ini restitusi jauh lebih besar dari penerimaan.

Menariknya, pajak lain justru melonjak 8.753,76%, dengan realisasi Rp311,53 miliar.

Dari sisi belanja negara, realisasi mencapai Rp10,11 triliun (26,71%) dari pagu Rp37,86 triliun. Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2 triliun, dan TKD (Transfer ke Daerah) mendominasi dengan Rp8,11 triliun, atau 29,06% dari pagu.

Meski belanja turun 9,19% dibanding tahun lalu, pemerintah tetap menjaga efektivitas agar tetap berdampak ke masyarakat.

Waspada Penipuan, Lapor SPT Capai 95%

Syamsinar juga melaporkan bahwa hingga 27 Mei 2025, sebanyak 398.462 SPT Tahunan sudah masuk, atau 95,12% dari target. Dari jumlah itu, 253.551 SPT berasal dari wilayah Kalimantan Selatan, dengan rincian 236.418 SPT Orang Pribadi dan 17.133 SPT Badan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap penipuan mengatasnamakan DJP. Masyarakat diminta tidak mengunduh file mencurigakan, memberikan data pribadi, atau menyebarkan kode OTP kepada pihak tak dikenal.(L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA