LANGKAR.ID, BANJAR – Banjir yang kembali meninggi memaksa ratusan warga Desa Tunggul Irang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kembali mengungsi, Senin (5/1/2026). Air yang sempat surut kini naik drastis dalam waktu kurang dari 24 jam dan merendam permukiman hingga setinggi satu meter.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mengevakuasi warga ke sejumlah posko darurat yang memanfaatkan fasilitas publik. Sekolah, kantor kecamatan, hingga aula Dinas Pendidikan difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara.
Dengan bantuan petugas, warga menerjang banjir menggunakan ban seadanya sambil membawa sisa barang pribadi yang masih bisa diselamatkan. Mereka tidak memiliki pilihan lain karena kondisi banjir kali ini jauh lebih parah dibanding sebelumnya.
BPBD Kabupaten Banjar mencatat lebih dari 400 jiwa warga Desa Tunggul Irang telah dievakuasi. Mayoritas pengungsi merupakan ibu dan anak-anak yang membutuhkan penanganan dan logistik secara berkelanjutan.
Personel BPBD Abdul Ghani mengatakan pihaknya terus melakukan evakuasi dan pemantauan kondisi banjir yang masih berpotensi bertambah. Petugas juga bersiaga untuk memastikan keselamatan warga dan distribusi bantuan berjalan lancar.
Selain bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banjar, dukungan juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Setiap hari, para relawan menyediakan makanan sebanyak tiga kali sehari untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
Tokoh masyarakat Fauzan Asniah menyampaikan bahwa bantuan makanan difokuskan bagi kelompok rentan, terutama ibu dan anak-anak, agar kebutuhan gizi mereka tetap terpenuhi selama berada di posko pengungsian.
Hingga kini, para pengungsi masih bertahan di sejumlah posko sambil menunggu kondisi banjir surut dan situasi dinyatakan aman untuk kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah daerah bersama BPBD terus mengintensifkan penanganan darurat di wilayah terdampak. (L212)

