LANGKAR.ID ,BANJARMASIN – Langkah Bank Kalsel untuk bertransformasi menjadi bank devisa pada 2026 terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Selatan yang menyatakan siap berkolaborasi dalam pengembangan berbagai produk dan layanan ke depan.
Direktur Utama Jamkrida Kalsel Muhammad Fauzan Noor mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya Bank Kalsel meningkatkan kapasitas dan layanan perbankan melalui status sebagai bank devisa.
Menurut Fauzan, peluang kerja sama terbuka lebar apabila nantinya terdapat produk atau layanan devisa yang memerlukan dukungan penjaminan dari Jamkrida.
“Kami siap memberikan dukungan kepada Bank Kalsel terkait pengembangan bank devisa. Jika nantinya ada produk yang dapat dikerjasamakan, tentu kami siap berkolaborasi,” ujarnya.
Fauzan menilai sinergi antara Jamkrida dan Bank Kalsel memiliki fondasi yang kuat karena kedua lembaga telah menjalin kerja sama dalam berbagai program penjaminan kredit.
Selain itu, tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga dinilai dapat memperkuat kapasitas usaha Jamkrida untuk mengembangkan berbagai inovasi bisnis, termasuk mendukung sektor jasa keuangan daerah.
“Selama ini kami sudah bekerja sama dalam penjaminan kredit. Jika ruang kerja sama diperluas, tentu tidak menjadi kendala bagi kami,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menjelaskan bahwa proses menuju bank devisa telah dipersiapkan sejak pertengahan 2024.
Bank Kalsel membentuk Tim Persiapan Bank Devisa pada Juni 2024 dan mulai melakukan berbagai tahapan strategis, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan khusus, hingga studi banding ke sejumlah bank pembangunan daerah yang lebih dahulu menyandang status bank devisa.
Menurut Fachrudin, transformasi ini bukan sekadar peningkatan status kelembagaan, tetapi juga langkah strategis untuk memperluas layanan dan memperkuat daya saing Bank Kalsel di tengah perkembangan ekonomi yang semakin terhubung dengan pasar global.
“Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Bank Kalsel siap mengambil langkah besar menjadi bank devisa. Ini bukan hanya memperkuat posisi Bank Kalsel, tetapi juga mendukung kemajuan ekonomi Kalimantan Selatan di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Apabila status bank devisa berhasil diraih, Bank Kalsel akan memiliki ruang lebih luas untuk melayani berbagai transaksi internasional, termasuk aktivitas ekspor-impor, transfer valuta asing, hingga layanan keuangan yang mendukung pelaku usaha yang terhubung dengan pasar luar negeri.
Transformasi tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat peran Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah yang terus berinovasi. (L212)

