LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dalam aktivitas belanja online semakin meningkat, terutama menjelang musim promo dan diskon besar-besaran. Menyikapi hal tersebut, Bank Kalsel mengajak masyarakat untuk lebih cermat dan bijak sebelum melakukan checkout agar tidak terjebak dalam belanja impulsif.
Melalui kampanye edukasi finansial yang digaungkan di media sosial, Bank Kalsel menegaskan bahwa tidak semua promo harus diikuti, dan masyarakat perlu memastikan bahwa setiap pembelian memang sesuai kebutuhan.
“Kadang yang dicari bukan barangnya, tapi takut ketinggalan diskonnya. Kami ingin mengingatkan masyarakat untuk lebih sadar sebelum checkout,” ujar perwakilan Divisi Inklusi dan Literasi Keuangan Bank Kalsel.
Bank Kalsel melihat tren belanja impulsif meningkat seiring kemudahan transaksi digital, termasuk pembayaran instan dan promo kilat yang muncul hampir setiap hari. Kondisi ini membuat masyarakat, terutama generasi muda, rentan membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
“Kami mendorong masyarakat, khususnya anak muda, untuk mengelola keuangan secara lebih bijak. Belanja boleh, tapi tetap harus sesuai prioritas. Jangan sampai FOMO membuat keuangan terganggu,” lanjutnya.
Dalam kampanye tersebut, Bank Kalsel menyarankan beberapa langkah sederhana sebelum berbelanja online, antara lain:
– mengecek ulang kebutuhan,
– membedakan keinginan dan prioritas,
– menetapkan batas belanja bulanan,
– serta tidak tergesa-gesa menekan tombol checkout.
Bank Kalsel menegaskan bahwa edukasi literasi keuangan bukan sekadar kampanye, melainkan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat kesehatan finansial masyarakat Kalimantan Selatan di tengah semakin pesatnya digitalisasi layanan perbankan dan gaya hidup modern.
Melalui pesan “Lebih Sadar Sebelum Checkout”, Bank Kalsel berharap masyarakat tidak hanya menikmati diskon, tetapi juga tetap menjaga stabilitas keuangan dan terhindar dari perilaku konsumtif yang tidak perlu. (L212)

