LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Membawa nama Kota Banjarmasin ke panggung nasional bukan sekadar tentang mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta Timur.
Sebanyak 45 anggota Kontingen Cabang Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin juga membawa misi untuk menunjukkan karakter Urang Banjar sekaligus semangat Pramuka yang inklusif dan menjunjung tinggi kebersamaan.
Semangat tersebut mengemuka dalam pelepasan Kontingen Cabang Kota Banjarmasin di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (8/8/2026).
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin, Neli Listriani, secara resmi melepas kontingen yang akan membawa nama Banjarmasin dalam ajang nasional tersebut.
Pelepasan turut dihadiri Wakil Ketua Kwarcab Bidang Bina Muda Kak Husaini, jajaran pengurus dan badan kelengkapan kwartir, pembina, serta orang tua peserta.
Neli menegaskan, Jamnas tidak boleh dimaknai hanya sebagai perkemahan besar yang mempertemukan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, Jamnas menjadi momentum penting untuk membentuk karakter generasi muda melalui pengalaman, persahabatan dan proses belajar bersama.
“Jamnas ini merupakan ruang untuk belajar, menempa kemandirian, memperkuat kedisiplinan, membangun persahabatan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut dengan sebaik-baiknya. Selain aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta juga diminta menunjukkan sikap yang mencerminkan karakter positif sebagai Pramuka asal Banjarmasin.
“Maka dari itu, jaga nama baik daerah kita. Tunjukkan karakter Urang Banjar yang ramah, sopan, religius dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi penting lantaran para peserta tidak hanya membawa identitas pribadi selama berada di Cibubur, tetapi juga membawa nama Kota Banjarmasin.
Titip Peserta kepada Para Pendamping
Tak hanya peserta, Neli juga memberikan perhatian kepada pimpinan kontingen, pembina pendamping, serta tim pendukung yang akan berada bersama peserta selama pelaksanaan Jamnas XII.
Ia menyadari, mendampingi anak-anak dalam kegiatan berskala nasional bukanlah tugas yang ringan. Karena itu, para pendamping diminta memberikan perhatian dan pendampingan secara maksimal agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman, tertib dan penuh semangat.
“Saya memahami, mendampingi anak-anak dalam kegiatan berskala nasional bukanlah tugas yang ringan. Oleh karena itu saya titip anak-anak kami untuk dibimbing, didampingi dan dipastikan untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman, tertib dan penuh semangat,” ujarnya.
Neli berharap pengalaman yang diperoleh selama Jamnas XII tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Para peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya terampil dalam kepramukaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Semoga dari kegiatan ini lahir generasi Pramuka Kota Banjarmasin yang tidak hanya terampil dalam kepramukaan, tapi juga peduli terhadap lingkungan, masyarakat dan masa depan Kota Banjarmasin yang Maju dan Sejahtera,” tuturnya.
Dua Peserta PBK Jadi Bukti Pramuka Banjarmasin Inklusif
Sementara itu, Pimpinan Kontingen, Ahmad Husein, menyampaikan Kontingen Cabang Kota Banjarmasin yang diberangkatkan berjumlah 45 orang.
Kontingen tersebut terdiri dari 32 peserta putra dan putri, dua peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK), empat pembina pendamping, dua pembina pendamping PBK, dua pimpinan kontingen cabang, serta tiga orang tim pendukung kontingen cabang.
Menurut Ahmad Husein, komposisi tersebut menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin terus mengedepankan semangat kebersamaan dan keterbukaan bagi seluruh anggotanya.
“Pramuka Kota Banjarmasin adalah organisasi yang inklusif, tangguh, dan menjunjung tinggi kebersamaan tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Kehadiran dua peserta PBK menjadi salah satu sisi penting dalam perjalanan Kontingen Banjarmasin menuju Jamnas XII. Keikutsertaan mereka sekaligus menjadi pesan bahwa setiap anggota memiliki ruang yang sama untuk belajar, berkembang, berkarya dan mengukir prestasi.
Ahmad Husein menilai, keberadaan peserta PBK menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mengambil bagian dalam kegiatan kepramukaan maupun memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Adik-adik PBK menjadi inspirasi dan bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi dan mengabdi pada negeri,” tutupnya. (L212)

