LANGKAR.ID ,BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tancap gas memperkuat kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Lewat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD), pemprov menggelar pelatihan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) untuk meningkatkan kapasitas pegawai, Senin (13/4/2026).
Sebanyak 30 ASN langsung digembleng dalam pelatihan yang berlangsung selama lima hari di Aula Kampus 1 BPSDMD Kalsel.
Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, menegaskan pelatihan ini jadi langkah konkret menyiapkan ASN agar lebih siap menghadapi tuntutan kerja pemerintahan.
“Pendidikan formal saja tidak cukup. ASN harus terus diasah kompetensinya agar mampu bekerja optimal,” tegasnya.
Ia memastikan, pelatihan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas SDM aparatur secara berkelanjutan.
Faried juga menekankan, SPIP bukan sekadar teori. Sistem ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 yang wajib diterapkan dalam tata kelola pemerintahan.
SPIP sendiri berfungsi memastikan seluruh proses kerja berjalan efektif dan efisien, laporan keuangan andal, aset negara aman, serta seluruh kegiatan patuh terhadap aturan.
“Dengan SPIP, semua elemen organisasi harus paham tujuan kerja, sehingga program bisa berjalan tepat sasaran,” jelasnya.
Dalam implementasinya, peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan juga krusial untuk mengawal tata kelola pemerintahan agar tetap akuntabel dan penggunaan anggaran optimal.
Pelatihan ini sekaligus mendukung visi-misi pembangunan daerah dengan memperkuat kapasitas ASN di bidang pengendalian intern.
Pemprov Kalsel pun berharap, setelah pelatihan ini, para peserta mampu menerapkan SPIP secara nyata di unit kerja masing-masing.
“Kita ingin kompetensi ASN meningkat, sehingga target organisasi bisa tercapai lebih efektif,” pungkasnya. (L212)

