LANGKAR.ID, Banjarmasin – Bank Kalsel terus bertransformasi dari yang awalnya melayani transaksi sederhana di pasar-pasar tradisional, kini menjelma jadi bank daerah yang terus tancap gas di era digital.
Sejak berdiri pada 25 Maret 1964, perjalanan Bank Kalsel bukan sekadar soal angka, tapi soal komitmen membangun Banua—dari akar hingga ujung transformasi digital.
Selama enam dekade, Bank Kalsel konsisten hadir dalam setiap denyut nadi pertumbuhan Kalimantan Selatan. Dari dekade perintis hingga dekade digitalisasi, Bank Kalsel tak henti berinovasi.
Lewat layanan digital seperti AKSEL by Bank Kalsel dan program ADINK (Agen Digital Inklusi Keuangan), bank milik daerah ini membuka akses keuangan yang lebih mudah, cepat, dan menyentuh hingga ke pelosok desa.
Kini, memasuki 2025, Bank Kalsel tak cuma siap bersaing, tapi juga siap memimpin. Dengan strategi yang matang dan permodalan yang makin kokoh, Bank Kalsel menargetkan untuk menjadi mitra utama dalam pembangunan Banua, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan perluasan inklusi keuangan.
“Bersama masyarakat, kami ingin mendorong kemajuan ekonomi daerah, bukan cuma untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan,” ujar Dirut Bank Kalsel, Fachrudin melalui siaran pers.
Dengan semangat baru dan teknologi yang terus berkembang, Bank Kalsel mengajak seluruh masyarakat Banua untuk melangkah bersama, membangun masa depan yang lebih maju dan inklusif. (L212)

