LANGKAR.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali tancap gas hadapi darurat sampah. Kali ini lewat jalur edukasi kepada pelaku usaha sektor kreatif terutama hotel, restoran, dan kafe (Horeca) agar ikut ambil bagian dalam solusi.
Lewat pelatihan pengelolaan limbah yang digelar Disbudporapar Banjarmasin, puluhan pelaku usaha diajak duduk bareng untuk belajar soal pengelolaan sampah dan limbah. Wakil Wali Kota Hj Ananda turun langsung membuka acara sekaligus memberi arahan.
“Kami Tidak Mau Langsung Sanksi”
“Kita tahu kondisi darurat sampah ini bukan hanya soal pemerintah. Horeca dan pelaku ekraf juga ikut menyumbang limbah, dan selama ini belum semua punya SOP soal itu,” ujar Ananda.
Ananda menekankan bahwa ini bukan ajang mencari kesalahan, tapi pembinaan. “Kesadaran harus ditumbuhkan dulu. Setelah itu, barulah kita bisa bicara penegakan aturan,” katanya.
Limbah Sasirangan Juga Jadi Sorotan
Tak hanya Horeca, industri kain Sasirangan juga disorot. “Kita nggak tahu selama ini limbah cair dari pewarna buatan dibuang ke mana. Ini harus dikawal,” lanjutnya.
DLH Turun Tangan, Horeca Diminta Jadi Role Model
Plt Kepala Disbudporapar, Fitriah, menambahkan bahwa restoran dan hotel termasuk penyumbang sampah terbesar di kota. “Masih ada hotel yang belum pilah sampah. Kita ajak mereka jadi pelopor,” ujarnya.
Pelatihan ini berlangsung dua hari dan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, termasuk Kepala DLH Alive Yoesfah Love dan Kabid Tata Lingkungan Nanik.
Solusi Berkelanjutan, Bukan Pengorbanan
“Ekonomi kreatif bisa jalan, lingkungan juga bisa terjaga. Asal pelaku usaha punya pemahaman yang cukup. Itu yang kami fasilitasi hari ini,” tegas Fitriah.
Dengan menggandeng pelaku usaha yang dekat dengan gaya hidup masyarakat, Pemko Banjarmasin berharap budaya kelola sampah bisa dimulai dari tempat makan dan tempat nongkrong favorit warga.(L212)

