LANGKAR.ID ,BANJARMASIN – Syarifuddin alias Bang Dhin membekali mahasiswa dengan perspektif berbeda soal konflik. Ia menegaskan, konflik dalam organisasi bukan untuk dihindari, tapi harus dikelola agar jadi kekuatan.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan materi kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari yang berkunjung ke DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (8/4/2026).
Dalam sesi tersebut, Bang Dhin tampil sebagai narasumber utama. Ia membedah manajemen konflik di lingkungan pemerintahan dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami mahasiswa.
“Konflik itu pasti ada dalam organisasi. Tinggal bagaimana kita merencanakan, mengelola, sampai mengeksekusinya agar berdampak positif,” ujarnya.
Ia menekankan, kunci utama dalam menyelesaikan konflik ada pada perencanaan yang matang. Tanpa itu, organisasi akan kesulitan menentukan arah dan solusi terbaik.
Tak hanya membahas konflik, Bang Dhin juga mengajak mahasiswa memahami peran strategis DPRD. Ia memaparkan tiga fungsi utama lembaga legislatif, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Selain itu, ia menjelaskan pembagian kewenangan antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat. Menurutnya, pemahaman ini penting agar mahasiswa tidak keliru melihat tanggung jawab pemerintah daerah.
“Tidak semua persoalan masyarakat jadi kewenangan provinsi. Ini harus dipahami,” tegasnya.
Di akhir materi, Bang Dhin menyoroti pentingnya kepemimpinan. Ia menyebut, pemimpin yang baik bukan yang menghindari konflik, melainkan yang mampu menyelesaikan persoalan, termasuk konflik internal organisasi.
Dengan pembekalan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi dinamika nyata di dunia organisasi dan pemerintahan. (L212)

