BerandaBANUABanjarmasinDisbudporapar Banjarmasin Siapkan Strategi 2026, Museum Kayuh Baimbay Dibidik Jadi Destinasi Edukasi...

Disbudporapar Banjarmasin Siapkan Strategi 2026, Museum Kayuh Baimbay Dibidik Jadi Destinasi Edukasi Favorit Pelajar

Langkar.id, BANJARMASINDinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin (Disbudporapar) menyiapkan langkah agresif untuk menghidupkan Museum Kayuh Baimbay pada 2026. Museum kebanggaan Kota Seribu Sungai itu tak lagi ingin sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan pusat edukasi yang ramai dikunjungi, khususnya oleh kalangan pelajar.

Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan strategi “jemput bola” akan difokuskan pada sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah. Upaya ini dilakukan agar kunjungan pelajar dapat terjadwal dengan baik sekaligus memberi pemahaman tentang nilai sejarah dan tata cara kunjungan museum.

“Kami sudah instruksikan bidang kebudayaan untuk segera sosialisasi ke sekolah. Pola kunjungan akan diatur supaya lebih maksimal dan informatif,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Tak hanya menyasar peningkatan jumlah kunjungan, Disbudporapar juga membenahi kualitas layanan. Petugas museum disiapkan lebih profesional, bahkan dibekali kemampuan tiga bahasa untuk memberikan pelayanan optimal kepada pengunjung, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Langkah ini dinilai strategis mengingat tren kunjungan terus menunjukkan grafik positif. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 6.000 orang mengunjungi Museum Kayuh Baimbay. Angka tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata edukasi berbasis sejarah lokal.

“Ini sinyal positif bahwa minat masyarakat terhadap wisata edukasi mulai tumbuh,” tambahnya.

Meski jumlah pengunjung meningkat, Pemko Banjarmasin menegaskan museum tidak dijadikan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pengelolaannya difokuskan sebagai bagian dari tanggung jawab edukasi dan pelayanan sosial pemerintah kepada masyarakat.

“Kami tidak memasukkan itu sebagai PAD karena memang full untuk masyarakat. Ini bagian dari edukasi dan fungsi sosial pemerintah,” tegas Sabil.

Namun demikian, pihaknya mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya memaksimalkan kerja sama promosi dengan daerah luar Banjarmasin guna memperluas jangkauan kunjungan.

Dengan strategi pengemasan (packaging) program yang lebih agresif dan kolaboratif, 2026 diharapkan menjadi titik balik kebangkitan Museum Kayuh Baimbay sebagai pusat literasi sejarah dan destinasi unggulan wisata edukasi di Banjarmasin.

“Ini bagian dari upaya kita. Semoga semuanya bisa berjalan lebih baik lagi,” pungkasnya. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA