LANGKAR.ID, BANJARBARU – Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) merampungkan survei intensif di tiga titik pesisir Kotabaru sebagai persiapan penanaman mangrove. Langkah ini jadi bagian penting dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir yang kian terancam.
Survei dipimpin langsung Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, didampingi pejabat Dishut dan jajaran KPH Pulau Laut Sebuku. “Kami mencari lokasi paling optimal, baik dari sisi ekologi maupun aksesibilitas untuk penanaman,” ujar Fathimatuzzahra, Senin (30/6/2025).
Titik pertama berada di muara Pantai Tanjung Seloka, dengan fokus analisis kualitas tanah, salinitas air, dan identifikasi fauna sekitar. Titik kedua di Pantai Sehakau, Teluk Kemuning, menekankan pada kondisi gelombang, pola pasang surut, dan jenis sedimen untuk menentukan spesies mangrove yang sesuai.
Sementara titik ketiga di tambak pesisir Desa Sebelimbingan dianggap paling ideal karena perairannya relatif tenang dan masih banyak bibit mangrove alami. Di sini, tim meneliti keanekaragaman hayati, termasuk kepiting, ikan, dan burung yang menjadikan area tersebut habitat penting.
Survei ini juga jadi persiapan menjelang penanaman mangrove bersama Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq dan Kapolri bulan depan. Diharapkan, kunjungan tersebut memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap program konservasi pesisir Kalsel.(L212)

