BerandaAdvertorialDPRD Kalsel Soroti Dana Pendampingan Pasien dan Alkes Usang di RS Daerah

DPRD Kalsel Soroti Dana Pendampingan Pasien dan Alkes Usang di RS Daerah

LANGKAR.ID ,BanjarmasinKomisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menyoroti penggunaan dana pendampingan pasien serta kebutuhan peremajaan alat kesehatan di sejumlah rumah sakit milik pemerintah provinsi. Hal itu mengemuka dalam rapat kerja bersama mitra sektor kesehatan di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (11/3).

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV Jihan Hanifa dan dihadiri pimpinan sejumlah rumah sakit daerah, di antaranya RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut Hasan Aman, bersama perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam rapat tersebut, Komisi IV menyoroti pemanfaatan dana pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Menurut Jihan Hanifa, dana pendampingan di RSUD Ulin Banjarmasin mencapai sekitar Rp8 miliar dengan realisasi penggunaan sekitar Rp5 miliar. Dana ini banyak dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, terutama pasien yang kepesertaan BPJS Kesehatan nya belum aktif.

“Dana pendampingan ini sangat membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang BPJS-nya belum aktif kembali. Banyak warga Banjarmasin yang memanfaatkan layanan di RSUD Ulin maupun RSUD Ansari Saleh,” ujarnya.

Sementara di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, dana pendampingan tercatat sekitar Rp1,5 miliar dengan realisasi penggunaan hampir Rp1 miliar.

Selain dana pendampingan, Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan juga menyoroti kondisi peralatan medis di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Hasan Aman yang dinilai sudah perlu diperbarui. Berdasarkan paparan dalam rapat, sejumlah alat kesehatan di rumah sakit tersebut belum mengalami pembaruan selama sekitar 13 tahun.

Jihan Hanifa menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini menjadi perhatian serius kami karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan. Kami akan mendorong melalui pembahasan anggaran agar ada alokasi untuk peremajaan alat kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Among Wibowo, menyampaikan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menambah sumber daya manusia, terutama dokter spesialis, guna mempercepat pelayanan kepada pasien.

“Kami berkomitmen menambah SDM dokter, termasuk dokter spesialis. Dengan bertambahnya tenaga medis, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin cepat dan optimal,” kata Among Wibowo.

Komisi IV menegaskan akan terus mendorong dukungan anggaran agar pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatansemakin baik, terutama bagi masyarakat kurang mampu. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA