LANGKAR.ID, BANJARMASIN– Enam agama berkumpul dalam satu ruang, mengesampingkan perbedaan keyakinan untuk bersama-sama memanjatkan doa. Momen penuh kebersamaan itu berlangsung di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Minggu (20/9), dalam kegiatan Harmoni Kebersamaan dan Doa Lintas Agama.
Perwakilan Islam, Buddha, Hindu, Protestan, Katolik, dan Konghucu secara bergantian melaksanakan doa yang kemudian diikuti seluruh peserta. Suasana tersebut menjadi gambaran keberagaman sekaligus pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat Banjarmasin.
Kegiatan tersebut digelar atas arahan langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan, doa lintas agama sengaja ditempatkan sebagai agenda utama untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.
“Atas arahan Wali Kota Banjarmasin, kegiatan utama hari ini adalah doa bersama lintas agama. Dari enam agama, yakni Islam, Buddha, Hindu, Protestan, Katolik dan Konghucu, semuanya melaksanakan doa dan diikuti oleh seluruh peserta,” ungkap Tezar.
Namun, pesan kebersamaan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada doa. Pemko Banjarmasin juga menyelipkan aksi nyata melalui penggalangan dana untuk membantu korban bencana.
Warga yang hadir juga dapat mengikuti sejumlah kegiatan sosial, mulai dari jalan santai, donor darah hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Beragam kegiatan tersebut dikemas dalam satu momentum untuk menunjukkan bahwa semangat toleransi tidak hanya diwujudkan melalui pertemuan dan doa, tetapi juga lewat kepedulian terhadap sesama.
Tezar mengatakan, kebersamaan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut menjadi cerminan kehidupan masyarakat Banjarmasin yang hidup berdampingan di tengah keberagaman agama.
“Semua ini dikemas dalam satu acara, yang diinginkan Wali Kota dan seluruh pelaksana, agar dapat dilaksanakan bersama-sama. Ini menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin sangat harmonis dan memiliki toleransi beragama yang sangat tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Doa lintas agama menjadi momentum mempererat hubungan antarumat beragama, sementara rangkaian kegiatan sosial memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Dari halaman Balai Kota, pesan yang dibawa pun menjadi sederhana namun kuat: perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk berkumpul, saling menghormati, dan bergandengan tangan membantu sesama.
“Semoga dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Banjarmasin secara umum dan masyarakat luas pada umumnya,” pungkas Tezar. (L212)

