Hal itu disampaikan Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media Diskominfo Kalsel, Erlinda Puspita Ningrum, mewakili Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim, saat menghadiri Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Media dalam Memperkuat Literasi Perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Wilayah Kalimantan”.
Erlinda menekankan, keberhasilan setiap program pemerintah sangat bergantung pada dukungan masyarakat, sehingga komunikasi publik harus dirancang secara tepat dan efektif.
“Komunikasi publik menjadi kunci agar informasi BPJS Ketenagakerjaan bisa dipahami dan diterima masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Diskominfo berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai kanal informasi, baik media massa, digital, hingga komunikasi berbasis komunitas.
“Yang paling menyentuh langsung masyarakat adalah komunikasi berbasis komunitas. Ini penting untuk menjangkau lapisan terbawah,” katanya.
Menurut Erlinda, sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan harus menjangkau hingga ke desa-desa, termasuk melalui Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang selama ini dibina Diskominfo.
“BPJS Ketenagakerjaan penting dimiliki semua warga, bukan hanya pekerja formal. Ini yang harus kita sampaikan sampai ke desa,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyajikan informasi dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat.
“Konten harus dibuat lebih sederhana dan komunikatif, karena kita bicara soal risiko kerja yang bisa terjadi kapan saja,” jelas Erlinda.
Melalui kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan media, Diskominfo Kalsel berharap literasi masyarakat semakin meningkat, sehingga manfaat perlindungan tenaga kerja bisa dirasakan lebih luas di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. (L212)

