LANGKAR.ID, Banjarmasin – Kota Seribu Sungai mulai bergerak cepat menata masa depan ekonomi kreatifnya. Lewat pendekatan kolaboratif Hexa Helix, Banjarmasin membidik target ambisius mencetak kreator lokal berkelas dunia.
Workshop bertajuk “Meramu Kisah” yang digelar di Creative Hub Banjarmasin, Jumat (16/5/2025), menjadi bukti nyata. Tak sekadar ajang diskusi, kegiatan ini jadi momentum peluncuran buku “Perjalanan Ekonomi Kreatif dari Perspektif Hexa Helix” sekaligus ruang temu antara pelaku kreatif, akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, hingga media.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, hadir langsung membuka kegiatan. Ia menegaskan, ekonomi kreatif harus jadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru di kota ini.
“Ekonomi kreatif lahir dari ide, inovasi, dan intelektual. Kami tak mau berhenti di pelatihan atau seremoni. Ini harus berdampak nyata,” tegas Yamin kepada media.
Yamin menyebut pendekatan Hexa Helix sebagai kunci keberhasilan. Pemerintah, kata dia, tak bisa jalan sendiri. Dibutuhkan sinergi enam unsur penting agar anak-anak muda Banjarmasin punya ruang tumbuh dan berani menembus pasar global.
“Kita punya talenta. Salah satunya animator lokal yang sekarang bisa kerja sama dengan luar negeri. Tugas kita memfasilitasi dan mendukung ekosistemnya,” ujarnya.
Selama tiga hari ke depan, Creative Hub akan jadi laboratorium ide. Para peserta diajak tak hanya berbagi cerita, tapi merumuskan strategi penguatan ekonomi kreatif yang konkret.
“Kalau kita serius, Banjarmasin bisa jadi salah satu pusat ekonomi kreatif baru di Indonesia,” tutup Yamin optimistis.(L212)

