LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan prosesi ziarah ke makam Sultan Suriansyah tetap menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin tahun 2026.
Keputusan tersebut diambil di tengah ditiadakannya seluruh rangkaian perayaan Harjad yang bersifat hiburan. Pemkot Banjarmasin memilih tetap melaksanakan agenda ziarah sebagai salah satu rangkaian penting dalam peringatan hari jadi kota.
Persiapan pelaksanaan ziarah pun dimatangkan melalui rapat finalisasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mewakili Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR.
Rapat tersebut membahas kesiapan masing-masing SKPD dan instansi yang terlibat, guna memastikan prosesi ziarah makam Sultan Suriansyah berlangsung tertib dan sesuai rangkaian yang telah ditetapkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli, memastikan pihaknya siap mendukung kebutuhan teknis dalam kegiatan tersebut.
“Pada prinsipnya kami siap mendukung. Kami juga memastikan kebutuhan teknis yang menjadi bagian dari tugas Bagian Umum dapat dipersiapkan dengan baik,” kata Ahmad Zazuli.
Sejumlah kebutuhan teknis, seperti meja dan tenda, menjadi bagian yang dipersiapkan Bagian Umum untuk mendukung kelancaran prosesi ziarah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar menekankan pentingnya koordinasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kesiapan setiap SKPD dan instansi harus dipastikan agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan di lapangan.
“Rapat ini untuk memastikan seluruh teknis pelaksanaan ziarah sudah matang. Termasuk kesiapan masing-masing SKPD dan instansi terkait,” ujar Tezar.
Prosesi ziarah ke makam Sultan Suriansyah dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, pukul 08.00 WITA. Kegiatan tersebut akan diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kota Banjarmasin, kepala SKPD, serta sejumlah unsur lainnya.
Ziarah makam Sultan Suriansyah memiliki posisi tersendiri dalam rangkaian peringatan Harjad Kota Banjarmasin. Di tengah keputusan Pemkot meniadakan agenda hiburan, prosesi tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi.
Peniadaan rangkaian hiburan dilakukan di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk bencana, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta tragedi KM Virgo Transport 8.
Setelah prosesi ziarah, rangkaian Harjad ke-500 Kota Banjarmasin dilanjutkan dengan Sidang Istimewa Hari Jadi Kota Banjarmasin di Gedung DPRD Kota Banjarmasin.
Dengan demikian, peringatan Harjad ke-500 Kota Banjarmasin tahun ini tetap berjalan melalui agenda resmi dan penuh makna, meski tanpa rangkaian perayaan yang bersifat hiburan. (L212)

