Langkar.id, BANJARMASIN – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarmasin berdampak pada peningkatan volume sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mencatat adanya tambahan timbulan sampah sekitar 1 persen sejak program tersebut berjalan.
Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut berasal dari aktivitas dapur MBG yang saat ini berjumlah sekitar 44 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tersebar di berbagai wilayah Kota Seribu Sungai.
“Jika dihitung secara keseluruhan, sampah dari dapur MBG cukup terasa kontribusinya,” kata Alive, Kamis (15/1/2026).
Untuk menekan dampak lingkungan, DLH telah menggandeng pengelola SPPG agar melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Fokus utama diarahkan pada pengelolaan sisa makanan.
Alive menyebutkan, sampah organik berupa sisa makanan tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan kembali. DLH menyalurkan limbah tersebut ke rumah maggot serta peternak sebagai bahan pakan.
“Ini bagian dari solusi agar sampah, khususnya sisa makanan dari MBG, tidak berakhir di tempat pembuangan akhir,” tutur Alive.
Ia menambahkan, langkah-langkah pengelolaan tersebut memberikan dampak positif terhadap penurunan beban sampah kota. Saat ini, tingkat pengelolaan sampah di Banjarmasin telah mencapai sekitar 16 hingga 17 persen, sehingga hanya residu yang tersisa yang dikirim ke TPA Banjarbakula.
Capaian tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
Hamdi

