LANGKAR.ID, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencatat capaian pembangunan positif sepanjang 2025. Kepala Bappeda Kalsel Suprapti Tri Astuti menegaskan, berbagai indikator strategis menunjukkan visi dan misi Gubernur Kalsel mulai terwujud secara nyata.
Hal tersebut disampaikan Suprapti dalam wawancara di Banjarbaru, Senin (8/12/2025). Ia menyebut tren pembangunan Kalsel bergerak searah dengan target mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Salah satu indikator utama yang mengalami peningkatan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Kalsel tercatat naik menjadi 75,19 pada 2024, dari 74,66 pada 2023.
“Kenaikan IPM ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia kita membaik, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun standar hidup,” ujar Suprapti.
Tak hanya IPM, angka kemiskinan di Kalsel juga berhasil ditekan. Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan turun menjadi 3,84 persen, dari 4,02 persen pada September 2024.
“Penurunan ini cukup signifikan. Artinya intervensi pemerintah daerah terhadap persoalan sosial semakin tepat,” jelasnya.
Dari sisi ekonomi, Kalsel mencatat pertumbuhan 5,19 persen pada triwulan III 2025. Angka tersebut menempatkan Kalsel sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional.
“Pertumbuhan ini menunjukkan ekonomi Kalsel cukup tangguh dan tidak terlalu terpengaruh dinamika ekonomi nasional maupun global,” kata Suprapti.
Meski capaian pembangunan menunjukkan hasil positif, Suprapti mengakui Pemprov Kalsel menghadapi tantangan besar, terutama penurunan Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp2,1 triliun pada tahun berjalan.
“Penurunan TKD ini menjadi tantangan, karena banyak program sosial sangat bergantung pada dukungan anggaran,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov Kalsel menerapkan skala prioritas anggaran. Program yang berdampak langsung pada visi-misi Gubernur tetap menjadi fokus utama.
“Program penurunan kemiskinan, peningkatan IPM, dan penguatan SDM tetap kami prioritaskan,” tegasnya.
Suprapti menambahkan, pembangunan SDM tidak bisa dilepaskan dari penguatan infrastruktur. Konektivitas antarwilayah, peningkatan kemantapan jalan, dan pembangunan jalur penghubung menjadi faktor penting pemerataan layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Jalan yang baik mempermudah anak ke sekolah, memudahkan akses ke layanan kesehatan, dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pembangunan infrastruktur strategis yang terus didorong Gubernur Kalsel, seperti jalan lintas Banua Anam dan proyek Jembatan Pulau Laut di Kotabaru.
“Pembangunan jalan lintas dan Jembatan Pulau Laut akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penguatan kawasan ekonomi di Kalsel,” jelasnya.
Menurut Suprapti, capaian pembangunan hingga 2025 menjadi modal penting untuk percepatan pembangunan jangka menengah. Ia optimistis arah pembangunan Kalimantan Selatan saat ini sudah berada di jalur yang tepat. (L212)

