LANGKAR.ID,BANJARMASIN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan (Kalsel) pun memperkuat layanan kesehatan, termasuk menyiagakan petugas selama 24 jam di sejumlah lokasi terdampak.
Kepala Dinkes Kalsel Diauddin mengatakan pihaknya sejak awal telah mendampingi BPBD, TNI, dan Polri dalam penanganan karhutla. Petugas kesehatan ditempatkan di posko-posko untuk memantau kondisi kesehatan personel yang bertugas di lapangan.
“Dari awal kami dari Dinas Kesehatan sudah membersamai kawan-kawan BPBD, TNI dan Polri di posko-posko. Ketika mereka menjaga posko, kami juga membuat posko kesehatan di sana,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Selasa (1/9/2026).
Seiring meningkatnya aktivitas penanganan karhutla dan paparan asap, Dinkes Kalsel kini meningkatkan intensitas pelayanan. Petugas bahkan berjaga selama 24 jam di sejumlah titik.
“Belakangan ini kami lebih intensifkan lagi, sampai kami juga berjaga 24 jam di sana. Ini untuk menjaga kesehatan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada kawan-kawan yang bertugas di lapangan,” jelasnya.
Kesiapan Kesehatan Sudah Disiapkan Sejak Juli
Diauddin mengatakan Dinkes Kalsel sebenarnya sudah mengantisipasi potensi dampak kesehatan akibat karhutla sejak Juli 2026. Saat itu, pihaknya mengirimkan edaran kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan.
Dinkes meminta daerah memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana kesehatan, hingga ketersediaan oksigen.
“Kami sejak Juli sudah mengeluarkan edaran kepada kabupaten dan kota untuk mempersiapkan SDM, sarana dan prasarana, termasuk oksigen. Kami juga meminta kesiapan Puskesmas dan rumah sakit apabila terjadi peningkatan kasus penyakit akibat kabut asap,” katanya.
Tak hanya memperkuat fasilitas kesehatan, Dinkes Kalsel juga turun langsung ke masyarakat melalui tim unit krisis di bawah UPTD Dinas Kesehatan.
Tim tersebut telah menyambangi lebih dari 36 titik, termasuk sekolah dan lokasi permukiman masyarakat yang terdampak paparan asap cukup pekat.
Di lokasi tersebut, petugas memberikan edukasi mengenai cara menjaga kesehatan selama terjadi kabut asap, membagikan masker, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan.
“Tim dari unit krisis sudah berkeliling ke lebih dari 36 titik, baik sekolah maupun lokasi masyarakat. Kami datang untuk memberikan edukasi, membagikan masker dan sekaligus melakukan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah yang asapnya sangat pekat dan terdampak,” ungkap Diauddin.
100 Ribu Masker Dibagikan
Perlindungan masyarakat dari paparan asap juga dilakukan melalui pembagian masker. Hingga kini, Dinkes Kalsel mencatat sekitar 100 ribu masker telah dibagikan kepada masyarakat di berbagai lokasi.
Masker tersebut dibagikan langsung oleh petugas kesehatan maupun melalui relawan yang membantu distribusi di lapangan.
“Kami sudah membagikan sekitar 100 ribuan masker di lapangan. Selain kami yang membagikan langsung, ada juga relawan yang kami distribusikan masker untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Dinkes Kalsel memastikan penguatan layanan kesehatan akan terus dilakukan seiring perkembangan kondisi karhutla dan kualitas udara di wilayah terdampak. (L212)

