BerandaBANUABanjarmasinKadar Garam Melonjak, Air Banjarmasin di Sejumlah Wilayah Hanya untuk MCK

Kadar Garam Melonjak, Air Banjarmasin di Sejumlah Wilayah Hanya untuk MCK

LANGKAR.ID, BANJARMASIN– Meningkatnya kadar garam pada sejumlah sumber air baku membuat PT Air Minum (AM) Bandarmasih harus membatasi distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.

Mulai pukul 00.00 WITA, PT AM Bandarmasih mendistribusikan air dalam kondisi darurat yang hanya diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Air tersebut tidak boleh digunakan untuk minum.

Direktur Utama PT AM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena kadar garam di sejumlah intake terus meningkat hingga membuat beberapa sumber air baku tidak dapat dioperasikan.

“Mulai malam nanti jam 00.00 WITA, PAM Bandarmasih akan mendistribusikan air bersih nonkonsumsi dalam keadaan darurat. Hanya digunakan untuk mandi, cuci, kakus (MCK),” kata Zulbadi.

Dampaknya, kapasitas distribusi air mengalami penurunan sekitar 30 persen. Dari sebelumnya mencapai 11.560 meter kubik per jam, kini hanya sekitar 8.300 meter kubik per jam.

Salah satu sumber yang tidak lagi dapat digunakan adalah IPA A Yani. Kadar garam pada sumber air di kawasan tersebut berada pada kisaran 1.000 hingga 5.000 ppm.

“Hal ini dikarenakan terus meningkatnya kadar garam di sejumlah intake, yang memaksa pihak kami hanya mengoperasionalkan satu intake, yakni IPA 2 yang bersumber dari Sungai Tabuk,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah wilayah pelayanan. Di Banjarmasin Barat, seluruh kelurahan terdampak. Sementara di Banjarmasin Tengah terdapat enam kelurahan dan Banjarmasin Utara sebanyak lima kelurahan, termasuk kawasan Kayutangi sebelah kiri.

Di tengah keterbatasan distribusi, PT AM Bandarmasih menyiapkan tandon air untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat. Tandon tersebut akan didistribusikan ke wilayah pelayanan hingga ke kawasan ujung jaringan.

“Untuk minum kita siapkan tandon yang kita distribusikan ke daerah hingga ke ujung-ujung pelayanan,” kata Zulbadi.

Zulbadi menegaskan masyarakat harus memperhatikan peruntukan air yang didistribusikan melalui jaringan perpipaan selama kondisi darurat tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat mengikuti seperti apa yang disampaikan. Kalau fungsinya untuk MCK, gunakan saja untuk MCK, bukan untuk minum,” tegasnya.

Menurut Zulbadi, imbauan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan kepada masyarakat melalui audiensi dan pertemuan di tingkat kecamatan.

“Pada saat kita audiensi, pada saat pertemuan di kecamatan kita sudah sampaikan bahwa air ini jangan diminum, hanya boleh untuk MCK,” pungkasnya. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA