LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Harapan menemukan korban KM Virgo Transport 8 kembali membuahkan hasil. Memasuki hari ke-9 operasi SAR, tim gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah. Tiga korban ditemukan masih terjebak di dalam badan kapal yang tenggelam di Laut Jawa, sementara dua lainnya ditemukan di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah.
Tiga jenazah di dalam kapal berhasil ditemukan setelah tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama penyelam Jasalindo melakukan penyelaman sejak pagi. Proses pencarian dilakukan dengan memanfaatkan kondisi gelombang yang sempat teduh.
Kepala Basarnas Kota Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan operasi tersebut melibatkan unsur TNI/Polri, Basarnas, instansi vertikal, pemerintah daerah hingga organisasi kemasyarakatan.
“Setelah hari ke-9 proses evakuasi yang sudah kita laksanakan bersama seluruh tim SAR gabungan, hari ini ada kegiatan yang mengombinasikan udara dan laut,” ujar Sudayana.
Menurutnya, tim penyelam langsung menyisir bagian badan kapal yang menjadi lokasi pencarian korban. Dari penyelaman tersebut, tiga jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi.
“Begitu kita gelar operasi SAR mulai pagi hari, dilakukan penyelaman oleh Basarnas Special Group dan penyelam dari Jasalindo, kita berhasil mendapatkan tiga jenazah korban dari KM Virgo Transport 8 yang terjebak di dalam badan kapal,” katanya.
Ketiga korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi.
“Jadi ada tiga paket yang kita temukan dan berhasil kita evakuasi dan sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi,” jelasnya.
Pada waktu yang sama, dua jenazah lainnya ditemukan di kawasan Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah. Basarnas berkoordinasi dengan Kantor SAR Palangka Raya untuk mengevakuasi kedua korban tersebut.
“Kemudian ada juga penemuan dua jenazah korban KM Virgo di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah. Kami sudah koordinasikan di Kantor SAR Palangkaraya dan sudah dievakuasi. Saat ini di Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi,” ujar Sudayana.
Namun, proses pencarian di lokasi kapal tidak mudah. Kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian berubah dengan cepat sehingga kesempatan penyelaman harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Ada hal-hal yang perlu menjadi perhatian kita. Operasi SAR di hari ke-9 kemarin, pertama adanya dinamika perubahan cuaca di lokasi kejadian yang sangat cepat,” katanya.
Tim penyelam, lanjut Sudayana, hanya memiliki waktu terbatas ketika kondisi gelombang cukup teduh untuk melakukan penyelaman.
“Sehingga tim penyelam memanfaatkan waktu gelombang yang teduh untuk dilakukan operasi penyelaman dan waktu bagus itu tidak berlangsung lama,” tuturnya.
Meski dibatasi kondisi cuaca, operasi hari ke-9 tetap membuahkan hasil dengan ditemukannya lima korban dalam kondisi meninggal dunia.
“Namun kita bisa tetap berhasil mengevakuasi lima korban dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya. (L212)

