LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) Tahun 2026.
Program tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh di bulan Ramadan dan menyasar seluruh kelurahan di Kota Banjarmasin.
Hal ini dibahas dalam Rapat Persiapan Pasar Murah BCSR yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (28/01).
Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda, didampingi Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, serta dihadiri perwakilan perusahaan, perbankan, dan perhotelan di Kota Banjarmasin.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Ananda mengajak dunia usaha untuk berperan aktif menyukseskan pasar murah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadan.
“Mohon bantuannya semua. Ibaratnya kita mencari rezeki di Kota Banjarmasin, mohon juga CSR-nya disalurkan di Kota Banjarmasin. Kami tidak melihat seberapa besar nilainya, yang terpenting adalah keikhlasan,” ujar Ananda.
Ia menegaskan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya bertumpu pada peran pemerintah semata, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor.
“Membangun Kota Banjarmasin tidak cukup hanya oleh pemerintah, tetapi semua pihak. Kami mohon bantuannya untuk kepentingan orang banyak, khususnya warga Kota Banjarmasin,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menjelaskan bahwa Pasar Murah BCSR merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Muhammad Yamin HR dan Wakil Wali Kota Ananda, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama Ramadan.
“Hari ini kita melaksanakan rapat persiapan Pasar Murah BCSR dengan mengundang sekitar 100 perusahaan dari sektor perbankan dan perhotelan untuk berpartisipasi melalui penyaluran dana CSR,” jelas Ichrom.
Ia menyampaikan, komoditas utama yang disiapkan berupa paket berisi 2 kilogram gula pasir dan 2 liter minyak goreng. Harga awal paket tersebut sekitar Rp73.000, namun akan disubsidi CSR sebesar Rp15.000, sehingga masyarakat cukup membayar sekitar Rp58.000 per paket.
Selain itu, di setiap titik pelaksanaan pasar murah akan disediakan sekitar 500 paket. Disperdagin juga akan melibatkan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) serta distributor lokal, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok lainnya dengan harga distributor atau lebih murah dari harga pasar.
Untuk menjamin akuntabilitas, mekanisme penyaluran CSR dilakukan secara transparan.
Perusahaan menyalurkan bantuan melalui rekening Baznas, yang selanjutnya digunakan untuk membayar subsidi kepada Bulog.
Ichrom berharap, jumlah paket Pasar Murah BCSR tahun 2026 dapat meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 12.000 paket tersalurkan, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi sekitar 13.584 paket.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun terus meningkat. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini jumlah paket Pasar Murah BCSR bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya. (L212)

