BerandaBANUABanjarmasinPasar Tradisional Banjarmasin Siap Naik Kelas, Perumda Gandeng Gojek Buka Akses ke...

Pasar Tradisional Banjarmasin Siap Naik Kelas, Perumda Gandeng Gojek Buka Akses ke Ekonomi Digital

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Pasar tradisional di Kota Banjarmasin bersiap memasuki babak baru. Perumda Pasar Banjarmasin menggandeng Gojek Kalimantan Selatan untuk membangun ekosistem pasar digital yang memungkinkan pedagang menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa meninggalkan lapak mereka.

Kolaborasi yang masih dalam tahap penjajakan tersebut diawali dengan kunjungan Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, Abdan Syakura, bersama jajaran ke Kantor Gojek Banjarmasin. Pertemuan itu membahas integrasi layanan logistik, digitalisasi pedagang, hingga penyediaan fasilitas bagi mitra pengemudi di kawasan pasar.

Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, Abdan Syakura, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah nyata agar pasar tradisional tidak tertinggal di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

“Sudah saatnya pasar tradisional naik kelas. Kami tidak ingin pedagang hanya menunggu pembeli datang ke pasar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen di mana pun melalui layanan digital. Pasar rakyat harus menjadi bagian dari masa depan ekonomi digital, bukan sekadar menjadi penonton,” kata Abdan, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi, melainkan menciptakan peluang usaha baru yang mampu meningkatkan daya saing dan pendapatan pedagang.

“Pedagang harus memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan meningkatkan omzet. Inilah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan mereka sekaligus bentuk dukungan kami terhadap visi Banjarmasin Maju dan Sejahtera,” ujarnya.

Abdan menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup tiga program utama, yakni integrasi armada Kurir Pasar dengan layanan pengantaran Gojek, pembangunan drop point, area parkir, shelter, hingga fasilitas pendukung bagi mitra pengemudi, serta pendampingan pedagang untuk bergabung ke katalog digital GoTo Grocery melalui pelatihan dan standardisasi produk.

Sebagai tahap awal, Pasar Sentra Antasari dipilih sebagai lokasi pilot project. Apabila berhasil, konsep tersebut akan diterapkan secara bertahap di pasar-pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Banjarmasin.

Area Manager Gojek Kalimantan Selatan, Rian, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini akan memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih praktis bagi masyarakat.

“Ketika pedagang pasar masuk ke platform digital, semua pihak akan merasakan manfaatnya. Masyarakat semakin mudah berbelanja, pedagang mendapatkan pasar yang lebih luas, dan mitra driver memperoleh peluang layanan yang lebih besar. Ini adalah kolaborasi yang saling menguatkan,” ujar Rian.

Dalam waktu dekat, tim Gojek akan melakukan survei lapangan untuk memetakan kebutuhan teknis sebelum penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Tahapan ini menjadi langkah awal menuju implementasi program digitalisasi pasar tradisional di Kota Banjarmasin.

Apabila terealisasi, kolaborasi tersebut akan menjadi salah satu terobosan penting dalam modernisasi pasar tradisional di Kalimantan Selatan. Melalui integrasi teknologi, layanan logistik, dan pemberdayaan pedagang, Perumda Pasar Banjarmasin berharap pasar rakyat mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“Transformasi ini bukan hanya soal teknologi. Tujuan akhirnya adalah memastikan pedagang rakyat memperoleh manfaat nyata dari perkembangan ekonomi digital, sehingga kesejahteraan mereka ikut meningkat,” tutup Abdan. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA