LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Perputaran ekonomi di Festival Pasar Wadai Ramadan 2026 di Banjarmasin menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga 15 Maret 2026, atau tiga hari menjelang penutupan pada 18 Maret 2026, total transaksi yang tercatat telah mencapai sekitar Rp13,7 miliar.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin) Ibnu Sabil menjelaskan angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga hari terakhir penyelenggaraan.
“Dengan tingginya antusiasme masyarakat yang terus memadati kawasan pasar setiap sore hingga malam, total perputaran uang diproyeksikan bisa menembus sekitar Rp15 miliar saat penutupan nanti,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Menurut Sabil, capaian tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, total transaksi di Pasar Wadai Ramadan dilaporkan berada di angka Rp12,3 miliar.
“Artinya pada tahun 2026 terjadi lonjakan sekitar lebih dari Rp3 miliar,” jelasnya.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Festival Pasar Wadai Ramadan tidak hanya sekadar tradisi kuliner khas Ramadan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Tingginya transaksi, lanjutnya, juga mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat serta besarnya minat pengunjung terhadap berbagai kuliner khas Banjar yang disajikan selama bulan Ramadan.
“Hal ini sekaligus menjadi momentum bagi para pelaku usaha untuk terus mengembangkan usahanya,” kata Sabil.
Dengan tren positif tersebut, Pasar Wadai Ramadan 2026 dinilai berhasil memperkuat peran festival sebagai ruang pertemuan antara tradisi, wisata kuliner, dan penggerak ekonomi lokal yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini bisa memberikan keberkahan, baik bagi para pedagang maupun pengunjung yang datang,” harapnya. (L212)

