BerandaAdvertorialPemprov Kalsel Gandeng BI Hidupkan Lagi Industri Intan Martapura, Aset Lama Disiapkan...

Pemprov Kalsel Gandeng BI Hidupkan Lagi Industri Intan Martapura, Aset Lama Disiapkan Jadi Sentra Baru

LANGKAR.ID ,Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjajaki kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk menghidupkan kembali industri penggosokan intan di Martapura. Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengusulkan pemanfaatan aset milik BI di Kabupaten Banjar yang sudah lama tidak difungsikan.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran Pemprov Kalsel dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (16/7/2026).

Audiensi merupakan tindak lanjut dari rencana pengembangan industri batu mulia yang terintegrasi dengan sektor pariwisata daerah. Rombongan Pemprov dipimpin para Tenaga Ahli Gubernur, di antaranya Nor Rif’at, Tasriq Usman, Ibnu Sina, Arifin Noor, Agus Dyan Nur, Gt. Yanuar Noor Rifai, dan M. Amin.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), UPT Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB), serta Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalsel.

Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, M. Amin, mengatakan aset milik Bank Indonesia tersebut memiliki nilai historis dan ekonomi karena masih menyimpan berbagai peralatan penggosokan dan pemotongan intan yang berkualitas tinggi.

“Di lokasi itu masih terdapat peralatan cutting dan penggosokan intan, bahkan sebagian merupakan mesin yang didatangkan dari Belanda. Kami berharap aset tersebut dapat dimanfaatkan kembali, baik melalui mekanisme hibah maupun pinjam pakai,” ujarnya.

Menurut Amin, keberadaan Balai Pengujian Batu Mulia menjadi peluang untuk menghidupkan kembali industri intan Martapura sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas batu mulia di Kalimantan Selatan.

Meski demikian, ia menegaskan Pemprov tetap menunggu keputusan dari Bank Indonesia karena kewenangan pengelolaan aset sepenuhnya berada di tangan pemilik.

Sementara itu, Kepala Divisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Mukti Rigowo, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, upaya menghidupkan kembali industri intan sejalan dengan pengembangan potensi ekonomi unggulan daerah.

“Usulan dari Pemprov akan kami teruskan ke Bank Indonesia Pusat karena kewenangan terkait pemanfaatan aset berada di tingkat pusat,” katanya.

Pemanfaatan aset itu nantinya direncanakan terintegrasi dengan pembangunan Galeri Batu Mulia Provinsi Kalimantan Selatan yang akan difungsikan sebagai pusat promosi, edukasi, pameran, hingga pemasaran batu mulia.

Melalui sinergi tersebut, Pemprov Kalsel berharap industri intan Martapura kembali bangkit, memperkuat sektor UMKM, mendorong ekonomi kreatif, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Kalimantan Selatan. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA