LANGKAR.ID ,Banjarmasin – Keluhan warga soal U-turn di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, akhirnya dibahas DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel). Titik putar balik itu dinilai rawan karena banyak pengendara, terutama motor, nekat melawan arus saat menyeberang.
Komisi III DPRD Kalsel menggelar rapat dengar pendapat bersama instansi terkait di Gedung DPRD Kalsel, Kamis (5/2/2026). Ketua DPRD Kalsel Supian HK memimpin langsung rapat tersebut.
Hasilnya, pemerintah akan membuka dua U-turn baru sebagai solusi sementara untuk mengurai kemacetan sekaligus menekan risiko kecelakaan.
“Kita akan uji coba membuka dua U-Turn baru. Pelaksanaannya sekitar satu minggu, paling lambat dua minggu. Jadi sebelum bulan puasa sudah dibuka,” kata Supian.
Menurutnya, pembukaan itu tidak permanen. DPRD bersama instansi terkait akan memantau dampaknya secara ketat.
Ia menegaskan jika dalam satu sampai tiga bulan angka kecelakaan meningkat, kebijakan tersebut langsung dievaluasi dan putaran balik bisa ditutup kembali.
“Kalau setelah dibuka ternyata kecelakaan meningkat, akan kita tutup lagi,” tegasnya.
Selain solusi jangka pendek, DPRD juga menyiapkan rencana jangka panjang. Pemerintah daerah berencana membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan tersebut.
Supian menyebut fasilitas itu penting demi keselamatan warga, terutama anak sekolah dan orang tua yang selama ini harus menyeberang jalan besar.
“Ke depan akan dibangun jembatan penyeberangan supaya anak sekolah dan warga tidak lagi menyeberang jalan yang berbahaya,” tutupnya. (L212)

