LANGKAR.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, mempertimbangkan opsi relokasi SDN Basirih 10 daripada memperbaiki bangunan sekolah yang kini kian memprihatinkan.
Yamin menilai lokasi SDN Basirih 10 berada terlalu jauh di ujung kota sehingga kurang ideal untuk proses belajar anak. Ia ingin fasilitas pendidikan berada di area yang lebih mudah dijangkau warga.
“Lokasinya terlalu ujung, kita ingin letaknya lebih ke tengah,” ujar Yamin, Rabu (19/11/2025).
Selain lokasi yang kurang strategis, jumlah siswa yang sangat sedikit juga menjadi alasan Pemko Banjarmasin menimbang relokasi. Sekolah yang berada di perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar itu bahkan menampung murid dari dua wilayah.
“Warganya sedikit, bisa dihitung jari. Siswanya pun bukan hanya dari Banjarmasin, tapi juga dari kabupaten tetangga,” jelasnya.
Yamin membuka peluang pembangunan sekolah baru di lokasi yang lebih ke depan, namun memastikan kajian teknis tetap dilakukan sebelum keputusan final diambil.
“Dibandingkan perbaikan, saya rasa lebih baik dibangun gedung sekolah baru. Tapi letaknya harus lebih ke tengah,” tegasnya.
Meski opsi relokasi menguat, Wali Kota menegaskan pembangunan akses jalan tetap dilakukan karena wilayah tersebut masih dihuni warga.
“Meski sekolah dipindah, jalan di sana tetap kita buatkan,” ujarnya.
Saat ini kondisi SDN Basirih 10 memang memerlukan perhatian serius. Selain akses jalan yang sering terendam pasang rob hingga membuat siswa harus menerjang banjir, sejumlah ruang kelas juga mengalami kerusakan dan butuh perbaikan. (L212)

