LANGKAR.ID, BANJARMASIN– Khatam membaca Al-Qur’an bukan menjadi tanda berakhirnya proses belajar bagi anak-anak. Justru, momentum tersebut harus menjadi awal untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin sekaligus Pembina LPPTKA BKPRMI Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat menghadiri sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para santri dalam kegiatan Betamat Al-Qur’an TKA-TPA-TQA BKPRMI Unit 001 Iqra Mahligai Al-Qur’an, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Iqra Mahligai Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin sekaligus Milad ke-49 BKPRMI.
Di hadapan para santri, Neli menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan mereka menyelesaikan pembelajaran membaca Al-Qur’an. Namun, ia mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat anak berhenti membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
“Tamat Al-Qur’an bukan berarti selesai belajar Al-Qur’an. Justru setelah tamat, anak-anak harus semakin rajin membaca Al-Qur’an,” ujar Neli.
Menurut Neli, pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik.
Baginya, Al-Qur’an tidak sebatas bacaan dalam menjalankan ibadah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga dapat menjadi bekal bagi anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Nilai kejujuran, kerajinan, menghormati orang tua dan guru, hingga menyayangi sesama merupakan karakter yang menurutnya penting ditanamkan sejak anak masih berada di usia dini.
Karena itu, ia mendorong agar pembelajaran Al-Qur’an tidak berhenti setelah seorang anak dinyatakan tamat membaca Al-Qur’an. Kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilainya justru perlu terus dibangun dalam lingkungan keluarga maupun pendidikan.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan. Karena itu, anak-anak perlu terus dibimbing agar nilai-nilai yang dipelajari dapat diterapkan dalam keseharian,” pesan Neli.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua, ustaz, dan ustazah yang selama ini dengan sabar mendampingi anak-anak dalam belajar Al-Qur’an.
Menurutnya, keberhasilan para santri mencapai tahap khatam tidak terlepas dari dukungan dan ketekunan para pendamping, terutama keluarga dan para pengajar.
Momentum 5 Abad Kota Banjarmasin pun diharapkannya tidak hanya menjadi perayaan sejarah kota, tetapi juga menjadi momentum menyiapkan generasi masa depan yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Semoga momentum 5 Abad Kota Banjarmasin ini turut melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta menjadi kebanggaan keluarga dan daerah,” harapnya. (L212)

