LANGKAR.ID, BANJARMASIN — Tim SAR Gabungan menyiagakan belasan armada laut dan udara untuk memperluas area pencarian korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk. Hingga hari kedua operasi SAR, sebanyak 114 orang berhasil ditemukan dari total penumpang dan kru kapal.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi para korban yang telah dievakuasi oleh tim di lapangan.
“Terkait jumlah korban yang ditemukan, kami ada update yang sudah menemukan satu korban lagi yang alhamdulillah selamat. Jadi total yang sudah ditemukan ada 114 orang, dengan rincian 108 selamat dan 6 dinyatakan meninggal dunia,” kata Mohammad Syafii di Banjarmasin.
Untuk memaksimalkan pencarian korban yang masih hilang, Basarnas mendapat tambahan kekuatan armada pada operasi hari kedua. Sebanyak lima unit pesawat udara dikerahkan dari unsur Basarnas, Kepolisian, TNI AL, dan BNPB. Sementara untuk jalur laut, sebanyak 17 kapal dioperasikan di sekitar titik lokasi kejadian.
“Operasi hari ini KRI Kanupus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching under water sudah ada di lokasi. Namun menurunkan personel yang memiliki kemampuan under water belum kita turunkan karena memang kondisi arus yang tidak memungkinkan sampai jam ini,” ujar Kepala Basarnas.
Selain armada utama, penyelam tangguh dari Basarnas Special Group (BSG) juga diturunkan ke Banjarmasin untuk menyisir area bawah air begitu kondisi cuaca dan arus membaik. Seluruh data penumpang dan keluhan keluarga korban kini terus diolah di Posko Gabungan SAR yang berpusat di Pelabuhan Tanjung Perak dan Banjarmasin.
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai turun tangan untuk mengumpulkan bukti awal penyebab terjadinya kecelakaan laut tersebut. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menegaskan fokus utama saat ini tetap pada keselamatan dan pencarian korban.
“Untuk saat ini kami sudah secara paralel mengumpulkan data-data dan melakukan wawancara dengan penumpang. Dan konsentrasi kami saat ini adalah pada pencarian penumpang maupun kru yang masih belum ditemukan,” ungkap Soerjanto Tjahjono.
Informasi mengenai kondisi cuaca buruk yang disampaikan para penumpang selamat nantinya akan diserahkan kepada KNKT sebagai bahan investigasi resmi guna merumuskan rekomendasi keselamatan pelayaran di masa mendatang.
Evaluasi perpanjangan masa operasi SAR juga akan terus dilakukan berdasarkan perkembangan pencarian korban di lapangan. (L212)

