BerandaBANUABanjarmasinWali Kota Banjarmasin Soroti Sampah di Pasar Wadai Ramadan, Minta Penataan dan...

Wali Kota Banjarmasin Soroti Sampah di Pasar Wadai Ramadan, Minta Penataan dan Pengelolaan Lebih Maksimal

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Persoalan sampah dan penataan kawasan kembali menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Pasar Wadai Ramadan di Kota Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan bahwa kegiatan kuliner musiman tersebut tidak hanya harus ramai secara ekonomi, tetapi juga tertib dalam pengelolaan lingkungan.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan bahwa sejumlah pedagang sempat menyampaikan keluhan terkait pengelolaan kawasan pasar, terutama mengenai penanganan sampah dan penataan tenant.

Ia meminta dinas terkait segera melakukan evaluasi dan memperbaiki koordinasi dengan pihak penyelenggara agar persoalan yang sama tidak terus terulang setiap tahun.

“Ini juga menjadi keluhan dari beberapa pedagang di Pasar Wadai. Kita berharap dinas terkait menyikapi hal ini dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara serta Disbudporapar agar penataan pasar dan pengelolaan sampahnya lebih maksimal,” ujar Yamin, Senin (9/3/2026).

Pasar Wadai merupakan agenda tahunan yang selalu menjadi magnet bagi masyarakat selama bulan Ramadan. Ratusan pedagang menjajakan beragam kuliner khas berbuka puasa dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat.

Namun, di balik tingginya aktivitas tersebut, timbulan sampah dari pedagang dan pengunjung masih menjadi persoalan yang harus ditangani secara serius.

Menurut Yamin, pengelolaan sampah tidak boleh hanya berhenti pada proses pengangkutan dan pembuangan. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber agar dapat diolah dengan lebih baik.

“Sampah tidak boleh hanya diangkut lalu dibuang ke luar daerah. Harus ada pemilahan antara sampah organik dan nonorganik, kemudian diolah dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para pedagang yang berjualan di Pasar Wadai sebenarnya telah difasilitasi pemerintah tanpa dikenakan biaya sewa tenant. Karena itu, pengelolaan kawasan pasar, termasuk keamanan dan kebersihan, harus tetap berjalan secara profesional.

“Tenant di Pasar Wadai ini gratis, tidak dipungut biaya. Tetapi pengelolaan kebersihan dan sampahnya harus tetap diperhatikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yamin menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk anggota DPRD, untuk turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengurangan sampah plastik dan pemilahan sampah dari sumbernya.

“Masalah sampah ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Kita berharap kawan-kawan di DPRD juga ikut menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya mengurangi sampah plastik serta memilah sampah sejak dari sumber,” katanya.

Menurutnya, pesan mengenai pengelolaan sampah perlu terus disampaikan secara konsisten, baik dalam forum resmi maupun dalam pertemuan langsung dengan masyarakat.

Dengan penataan yang lebih baik serta pengelolaan sampah yang tertib, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap Pasar Wadai tidak hanya menjadi pusat kuliner Ramadan yang ramai pengunjung, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kegiatan ekonomi rakyat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan kota dan kelestarian lingkungan. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA