LANGKAR.ID, Banjarmasin – Wakil Menteri Luar Negeri RI, H Muhammad Anis Matta bersama sejumlah yayasan di Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil menghimpun dana untuk korban bencana dengan nilai hampir Rp 900 juta.
Donasi besar ini berasal dari 11 yayasan di Kalsel yang bernaung di bawah Share Edu Indonesia—sebuah asosiasi yang bergerak di bidang pendidikan dan kemanusiaan.
Yayasan yang turut berkontribusi meliputi Yayasan Al Izzah Balangan, Ashabul Kahfi Tabalong, RPI Tanah Bumbu, Robbani Banjarbaru, Al Futuwwah Barabai, Assalam Pelaihari, Ihsanul Amal, Nurul Ilmi, Dhia El Widad, Ukhuwah Kalimantan Selatan, dan Assanabil.
Wamenlu Anis Matta menegaskan bahwa aksi donasi ini adalah wujud nyata solidaritas banua untuk korban bencana secara gloval.
“Kita saling bantu saat menghadapi musibah, terutama bencana kemanusiaan karena alam seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Palestina”ujarnya.
Ia menilai, kepedulian masyarakat jauh lebih dibutuhkan ketimbang saling menyalahkan atas bencana yang terjadi.
“Frekuensi bencana semakin sering dan menimbulkan goncangan di masyarakat. Karena itu kita harus fokus mencari solusi dan meringankan beban mereka, tambahnya.
Anis Matta juga menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat Kalsel dalam membantu sesama.
“Ini bentuk keprihatinan kita untuk saudara-saudara yang terkena musibah. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan kondisi di sana,” katanya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Ukhuwah Kalsel, H Riswandi, menegaskan bahwa penggalangan dana dilakukan secara khusus untuk para korban banjir dan tanah longsor.
“Mudah-mudahan ini bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ungkapnya.
Seluruh bantuan akan disalurkan melalui Forum Dedikasi Kemanusiaan (Fordika), lembaga yang selama ini fokus pada penanganan bencana dan mengirim tim ke lokasi terdampak.
“Mereka turun langsung ke lapangan memberikan bantuan, tim kita juga ikut turun,” ujar Riswandi. (L212)

