LANGKAR.ID, Banjarmasin – Modus kejahatan siber makin canggih. Kali ini, penipuan lewat voice note (pesan suara) di WhatsApp kembali marak, di mana pelaku meniru suara orang terdekat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengelabui korban.
Menanggapi hal ini, Bank Kalsel mengimbau seluruh nasabah agar tidak panik dan tetap waspada terhadap pesan suara mencurigakan, terutama yang meminta data pribadi, kode OTP, atau mendesak untuk segera mentransfer uang.
Melalui unggahan edukatif di media sosial resminya, Bank Kalsel menayangkan tips dari tim IT Security Japan Radio Co., Ltd (JRC) nasional, yang disampaikan oleh Oji, untuk membantu masyarakat mengenali modus baru tersebut.
“Sekarang penipu nggak cuma kirim teks atau link, tapi juga bisa meniru suara orang yang kita kenal lewat AI. Jadi, jangan langsung percaya, apalagi kalau diminta kirim data atau uang,” ujar Oji.
Ia menegaskan, agar nasabah tidak menjadi korban, penting untuk tetap tenang dan fokus menghadapi situasi mencurigakan.
Berikut tips dari Bank Kalsel agar terhindar dari penipuan voice note berbasis AI:
Minta waktu berpikir – Penipu biasanya menekan agar korban bertindak cepat. Tutup panggilan jika merasa didesak.
Jangan pernah bagikan OTP, PIN, atau password – Bank atau instansi resmi tidak pernah meminta data tersebut lewat telepon.
Cek nomor resmi – Akhiri panggilan dan hubungi nomor layanan resmi dari situs atau aplikasi bank.
Catat detail kejadian – Simpan nama, nomor, dan waktu panggilan untuk laporan.
Laporkan segera – Sampaikan ke pihak bank atau aparat berwenang jika mengalami indikasi penipuan.
“Yang terpenting, tetap tenang. Jangan langsung percaya dengan pesan suara yang mengatasnamakan keluarga atau pihak bank,” tegas Oji.
Bank Kalsel berharap, masyarakat semakin peka terhadap berbagai bentuk kejahatan digital, dan selalu memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan. (L212)

