LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menambah ribuan warga ke dalam daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang ditanggung melalui APBD.
Setelah sempat mengalami pengurangan pada Februari, kini sebanyak 2.003 warga resmi diusulkan dan telah lolos verifikasi lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengungkapkan jumlah usulan tersebut merupakan hasil pendataan terbaru per 20 Februari 2026.
“Sebelumnya 1.941 orang, sekarang per 20 Februari sudah ada 2.003 orang yang diusulkan dan sudah diverifikasi,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Ia memastikan, terhitung 1 Maret 2026, seluruh 2.003 warga tersebut akan kembali aktif kepesertaan BPJS kesehatannya.
Ramadhan menjelaskan, pada Januari 2026 jumlah PBI yang ditanggung Pemko Banjarmasin tercatat sebanyak 44.384 orang. Namun pada Februari angka tersebut turun menjadi 39.706 orang, atau berkurang 4.678 peserta.
Kini, setelah penambahan terbaru, total penerima PBI yang ditanggung melalui APBD menjadi 41.708 orang.
“Ini penambahan di luar yang sudah lebih dulu ditanggung pemerintah kota,” tegasnya.
Penambahan ini merupakan bagian dari komitmen Pemko untuk memastikan warga miskin dan kurang mampu, khususnya kategori desil 1 hingga 5, tetap mendapatkan akses layanan kesehatan gratis.
“Ini sudah menjadi komitmen untuk menjamin kesehatan seluruh warga kota, terutama yang kurang mampu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Nuryadi, menyebut angka penerima masih berpotensi bertambah dalam beberapa bulan ke depan.
“Iya, akan terus bertambah karena kita tidak menutup sampai tiga bulan ke depan. Usulan yang masuk akan kami verifikasi,” tuturnya.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Pemko Banjarmasin berupaya menjaga jaring pengaman sosial di tengah dinamika data kepesertaan. Dengan ribuan warga kembali diaktifkan, akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan diharapkan tetap terjamin tanpa terputus akibat perubahan administrasi. (L212)

