LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Tangis haru, pelukan hangat, dan rasa syukur menyelimuti kedatangan 359 jamaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin yang kembali ke Tanah Air, Kamis (4/6/2026).
Setelah sekitar 40 hari menunaikan ibadah di Tanah Suci, seluruh jamaah tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat.
Bagi sebagian jamaah, perjalanan haji tahun ini menjadi puncak penantian panjang yang akhirnya terwujud. Salah satunya Agustini, yang mengaku harus menunggu selama 15 tahun sebelum mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Saya sudah menanti-nanti sejak 15 tahun. Alhamdulillah semuanya lancar. Pelayanan dari Indonesia maupun di Arab Saudi bagus. Kondisi kesehatan juga terjaga, paling hanya flu dan batuk karena cuaca di sana cukup panas,” tuturnya.
Meski harus menghadapi suhu ekstrem yang mencapai 42 hingga 47 derajat Celsius saat puncak pelaksanaan ibadah haji, para jamaah tetap mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kota Banjarmasin, Ahmad Sya’rani, memastikan seluruh jamaah yang pulang dalam kondisi baik. Selama pelaksanaan ibadah hingga perjalanan kembali ke Indonesia, tidak ditemukan kasus penyakit kronis yang serius.
“Keadaan jamaah untuk sakit kronis tidak ada. Paling flu dan itu biasa dalam perjalanan ibadah haji,” ujarnya.
Menurut Sya’rani, berdasarkan laporan yang diterima, pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung lancar. Jamaah juga merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan, baik dari sisi konsumsi maupun akomodasi selama berada di Arab Saudi.
“Layanan yang dirasakan jamaah cukup bagus, baik konsumsi maupun akomodasi. Tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan ibadah,” katanya.
Sementara itu, kedatangan jamaah haji berikutnya dijadwalkan pada 14 Juni 2026. Sebanyak 234 jamaah yang tergabung dalam Kloter 8 bersama jamaah asal Kalimantan Tengah akan kembali ke Banjarmasin.
“Selanjutnya Kloter 8 gabungan dengan Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan berangkat lengkap, pulang lengkap,” ucapnya.
Di balik kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini, terdapat beberapa calon jamaah yang harus menunda keberangkatan.
Dari total 720 calon jamaah yang semula dijadwalkan berangkat, satu orang meninggal dunia sebelum keberangkatan dan empat lainnya batal berangkat karena kondisi kesehatan.
“Ada yang sudah mau naik bus, tetapi tiba-tiba muntah-muntah dan harus dirawat di rumah sakit sehingga keberangkatannya ditunda tahun ini,” jelas Sya’rani.
Meski demikian, ia memastikan para calon jamaah yang tertunda tetap mendapat prioritas untuk diberangkatkan pada musim haji berikutnya.
Di sisi lain, jumlah kuota haji untuk Kota Banjarmasin terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya hanya sekitar 500 orang, kini kuota telah mencapai 700 orang.
“Dulu kuotanya sekitar 500 orang, sekarang sudah mencapai 700 orang. Mudah-mudahan ke depan bisa bertambah lagi,” harapnya. (L212)

