LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Kejutan manis datang dari cabang sepak bola yang menjadi penentu keberhasilan Kontingen Kota Banjarmasin merebut gelar Juara Umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Selatan 2026.
Di tengah ketatnya persaingan dan minimnya jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, Banjarmasin mampu menuntaskan target besar yang telah dicanangkan sejak awal. Kunci sukses tersebut justru lahir dari cabang yang selama ini tidak pernah menjadi andalan utama dalam perburuan gelar.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, target juara umum tahun ini tidak mudah diwujudkan karena hanya empat cabang olahraga yang dipertandingkan, sementara salah satu kekuatan tradisional Banjarmasin, yakni basket, tidak masuk dalam agenda.
“Target kita memang juara umum tahun ini. Tantangannya cukup berat karena hanya empat cabang olahraga yang dipertandingkan, sementara kekuatan kita pada tahun-tahun sebelumnya ada di basket,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Namun di luar perkiraan, tim sepak bola pelajar Banjarmasin tampil impresif hingga berhasil meraih medali emas. Prestasi tersebut menjadi suntikan poin krusial yang mengantarkan Banjarmasin ke puncak klasemen akhir.
“Alhamdulillah kita juga tidak menyangka. Sepak bola yang selama ini cukup sulit mendapatkan juara satu, tahun ini berhasil meraih medali emas dan itu sangat menolong,” kata Sabil.
Selain sepak bola, kontribusi besar juga datang dari tim voli putri. Mereka tampil dominan dengan menyumbangkan tiga medali emas dan satu medali perunggu yang semakin memperkokoh posisi Banjarmasin dalam perebutan gelar juara umum.
“Dari voli putri kita mendapatkan tiga emas dan satu perunggu. Hasil ini sangat membantu mengantarkan Banjarmasin menjadi juara umum POPDA tahun ini,” tambahnya.
Meski berhasil menjadi yang terbaik, jalan menuju gelar juara umum tidak berlangsung mulus. Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus memberikan tekanan hingga akhir kompetisi dan menjadi rival terkuat dalam perebutan posisi teratas.
Dominasi HSS di cabang sepak takraw membuat persaingan berlangsung sengit. Bahkan, cabang tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh Banjarmasin setelah gagal melangkah dari fase penyisihan.
“Takraw memang menjadi PR besar bagi Kota Banjarmasin. Kita sudah gugur di penyisihan, begitu juga voli putra. Untuk takraw, lawan terberat memang Hulu Sungai Selatan,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet pelajar, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyiapkan bonus bagi peraih prestasi di POPDA Kalsel 2026.
“Insya Allah kita usahakan ada bonus untuk atlet-atlet POPDA. Namun untuk nilainya masih kami hitung dan sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkas Sabil. (L212)

