BerandaAdvertorialBank Kalsel Klarifikasi Isu Rp600 Miliar dan Dugaan Selisih Rp6 Miliar

Bank Kalsel Klarifikasi Isu Rp600 Miliar dan Dugaan Selisih Rp6 Miliar

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Bank Kalsel memberikan klarifikasi terkait informasi pemberitaan yang menyebut angka sekitar Rp600 miliar serta dugaan selisih atau kelebihan pembayaran sekitar Rp6 miliar dalam kerja sama dengan PT BAP. Bank Kalsel menegaskan angka tersebut tidak bisa langsung dimaknai sebagai kerugian atau transaksi yang menyimpang.

Bank Kalsel menyatakan tetap menghargai fungsi kontrol sosial dan masukan yang disampaikan kepada publik. Namun, bank menilai informasi mengenai aktivitas perbankan perlu disampaikan berdasarkan fakta, dokumen, serta konteks transaksi yang utuh.

Bank Kalsel Jelaskan Status Angka Rp600 Miliar

Bank Kalsel menjelaskan setiap nominal dalam aktivitas perbankan memiliki klasifikasi berbeda. Beberapa di antaranya target penyaluran, plafon fasilitas, baki debet atau outstanding, realisasi pencairan, hingga akumulasi transaksi dalam periode tertentu.

Karena itu, Bank Kalsel meminta angka tertentu tidak ditafsirkan secara berdiri sendiri.

Terkait angka sekitar Rp600 miliar, Bank Kalsel menyebut nominal tersebut merupakan target yang disepakati Bank Kalsel dan PT BAP dalam perjanjian kerja sama.

Dalam pelaksanaannya, Bank Kalsel menyatakan setiap fasilitas kredit tetap melalui proses persetujuan, pencairan, pencatatan, pengendalian, pemantauan, rekonsiliasi, dan pelaporan sesuai ketentuan internal serta regulasi perbankan.

Bantah Ada Kelebihan Pembayaran Rp6 Miliar

Bank Kalsel juga meluruskan informasi mengenai dugaan selisih atau kelebihan pembayaran sekitar Rp6 miliar.

Berdasarkan dokumen, pencatatan, mekanisme transaksi, serta ketentuan dalam perjanjian kerja sama yang disebut Bank Kalsel, perseroan menyatakan tidak terdapat kelebihan maupun kekurangan pembayaran seperti yang disebutkan dalam pemberitaan.

Bank Kalsel menjelaskan jika terdapat perbedaan dalam perhitungan, kedua pihak melakukan pencocokan dan rekonsiliasi data secara berkala pada periode terkait.

Dengan demikian, menurut Bank Kalsel, perbedaan angka dalam proses rekonsiliasi tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai kelebihan pembayaran.

Tegaskan Komitmen Pengendalian dan Tata Kelola

Bank Kalsel menyatakan kegiatan perkreditan tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan.

Kerja sama dengan pihak ketiga, lanjut Bank Kalsel, tidak menghapus kewajiban perseroan dalam melakukan verifikasi dan pengendalian.

Bank tetap menjalankan monitoring, evaluasi, pencatatan, pengendalian risiko, serta pelaporan secara berjenjang sesuai nilai, karakteristik, dan tingkat risiko fasilitas yang diberikan.

Jika evaluasi menemukan hal yang membutuhkan penyempurnaan atau koreksi administratif, Bank Kalsel menyebut telah memiliki mekanisme pengendalian dan penyelesaian sesuai aturan yang berlaku.

Hormati Pengawasan dan Pers

Bank Kalsel juga menyatakan menghormati pengawasan yang dilakukan regulator, auditor, maupun aparat penegak hukum sesuai kewenangannya.

Jika ada permintaan klarifikasi atau pemeriksaan resmi terkait kegiatan dan transaksi, Bank Kalsel memastikan akan bersikap kooperatif dengan memberikan data dan dokumen sesuai ketentuan hukum.

Di sisi lain, Bank Kalsel mengapresiasi peran pers dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Perseroan berharap pemberitaan mengenai institusi perbankan, terutama informasi yang memuat dugaan pelanggaran hukum, mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.

Bank Kalsel menyatakan akan menggunakan mekanisme hak jawab dan/atau hak koreksi secara proporsional apabila menemukan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta dan dokumen yang dimiliki perseroan.

Bank Kalsel menegaskan isu yang berkembang tidak mengubah komitmennya dalam menjaga pelayanan kepada nasabah dan masyarakat.

Perseroan menyebut kepercayaan publik sebagai salah satu fondasi industri perbankan. Karena itu, Bank Kalsel menyatakan akan terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, transparansi, dan sistem pengendalian internal dalam menjalankan aktivitas bisnis. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA