BerandaAdvertorialSinarmas Turunkan 60 Personel Bantu Padamkan Karhutla di Kalsel, Bangun 3 Sumur...

Sinarmas Turunkan 60 Personel Bantu Padamkan Karhutla di Kalsel, Bangun 3 Sumur Bor

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Sinarmas Group mengerahkan 50-60 personel untuk membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Banjarbaru. Perusahaan juga menyiapkan peralatan pemadaman, alat berat, pompa air, hingga membangun tiga sumur bor untuk mempercepat pemadaman dan pendinginan lahan.

Direktur Sinarmas Group, Nurhadi, mengatakan dukungan tersebut telah berjalan sejak 18 Agustus 2026. Langkah itu merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan Gubernur Kalsel agar dunia usaha turut membantu menangani karhutla.

“Sejak 18 Agustus, kami sudah berkomitmen dan konsen untuk memberikan dukungan kepada Pemprov Kalsel dalam penanganan karhutla di Banjarbaru. Sebelumnya, kami juga telah melaksanakan apel siaga api bersama Pemprov Kalsel pada awal Juli,” ujar Nurhadi di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026).

Nurhadi menjelaskan, Sinarmas Group menempatkan personel dan peralatan di sejumlah titik rawan kebakaran, yakni Guntung Damar, Pengayuan, dan kawasan hutan lindung. Perusahaan juga menggandeng mitra, termasuk PT Aneka, untuk mendukung penyediaan pompa air dan distribusi air ke lokasi kebakaran.

Khusus di Guntung Damar, Sinarmas Group telah membangun tiga sumur bor dengan kedalaman sekitar 30-40 meter. Sumur tersebut menjadi sumber air untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar.

Menurut Nurhadi, kondisi karhutla di lapangan mulai terkendali dibandingkan situasi pada pertengahan Agustus. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap, terutama di lahan gambut yang membutuhkan penanganan intensif agar api tidak kembali menyala.

Gunakan Surfaktan untuk Padamkan Kebakaran Gambut

Untuk mendukung pemadaman, Sinarmas Group juga menggunakan cairan surfaktan yang dinilai membantu proses pemadaman kebakaran gambut dan mengoptimalkan penggunaan air.

“Penggunaan cairan surfaktan cukup efektif untuk pemadaman gambut. Ini juga menjadi salah satu upaya agar penggunaan air lebih efisien dalam proses pemadaman,” jelas Nurhadi.

Kebakaran di lahan gambut memerlukan penanganan khusus karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan menyisakan titik panas meski api di permukaan telah padam. Karena itu, petugas perlu melakukan pendinginan secara berulang untuk mencegah kebakaran kembali muncul.

Selain membantu penanganan karhutla di Banjarbaru, Sinarmas Group tetap menjalankan pengawasan di wilayah konsesinya. Perusahaan menyiagakan sekitar 300 personel untuk melakukan pengawasan dan pengendalian kebakaran selama 24 jam.

Tim tersebut didukung berbagai sarana dan prasarana serta teknologi pemantauan, termasuk satelit dan Automatic Weather System (AWS). Teknologi ini membantu memantau kondisi cuaca dan potensi titik panas sehingga petugas dapat mengambil langkah pencegahan lebih dini.

Edukasi Warga untuk Cegah Karhutla

Sinarmas Group juga memperkuat pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Bersama pemerintah desa, kepolisian, dan pihak kehutanan setempat, perusahaan menyosialisasikan bahaya karhutla serta pentingnya menghindari pembakaran lahan.

Sosialisasi tersebut antara lain menyasar wilayah Riam Kiwa, Kabupaten Banjar.

Nurhadi mengungkapkan, tim perusahaan pernah menghadapi kendala saat melakukan pemadaman karena mendapat hambatan dari masyarakat. Menurutnya, pendekatan persuasif dan edukasi perlu terus dilakukan agar warga memahami pentingnya mencegah kebakaran dan mendukung upaya pemadaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian karhutla. Keterlibatan dunia usaha dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan personel, peralatan, dan dukungan teknis di lapangan.

Kolaborasi pemerintah daerah, perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mempercepat penanganan kebakaran, terutama di lahan gambut yang membutuhkan pemadaman dan pendinginan secara berkelanjutan.

Melalui dukungan personel, infrastruktur air, teknologi pemantauan, serta edukasi masyarakat, upaya pengendalian karhutla di Kalsel diharapkan semakin efektif untuk mengurangi risiko kebakaran berulang dan dampak kabut asap terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas masyarakat. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA